Breaking News:

Berita Jarim

Jelang Persiapan Nataru, Forkopimda Jatim Gelar Rapat Koordinasi

Forkompimda Jatim menggelar rapat koordinasi terbatas yang berlangsung di Aula Grand City Mall, Surabaya, Senin, malam (16/11/2021). 

Penulis: Febrianto Ramadani | Editor: Januar
TRIBUNJATIM.com/ Febrianto Ramadani
Suasana rapat koordinasi terbatas Forkopimda Jatim yang berlangsung di Aula Grand City Mall, Surabaya, Senin, malam (16/11/2021). 

Laporan wartawan Tribun Jatim Network, Febrianto Ramadani

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Forkompimda Jatim menggelar rapat koordinasi terbatas yang berlangsung di Aula Grand City Mall, Surabaya, Senin, malam (16/11/2021).  

Para pejabat penting itu membahas beberapa point penting terkait adanya langkah antisipasi adanya varian Covid-19 baru selama persiapan natal dan tahun baru.

Bukan hanya itu, dalam rakor tersebut Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Suharyanto mengungkapkan jika masih ada kasus penambahan Covid 19 per harinya.
        
“Untuk hari ini, ada 26 kasus aktif, dan 1 meninggal. Sebetulnya, kalau daerah lain di Jawa Timur ini sudah bagus,” ujar Pangdam.
        
Ia mengungkapkan, upaya pemutusan dan pencegahan pandemi di Jawa Timur sebetulnya mendapat apresiasi bagus dari Presiden RI, Joko Widodo beberapa waktu lalu.

Baca juga: Tata Cara Memilih Formasi PPPK Guru 2021 Tahap II di Laman SSCASN, Cek Ketentuan dan Syarat Seleksi

        
Bahkan, kata Suharyanto, Presiden pun menanyakan beberapa upaya yang dilakukan oleh Forkopimda yang telah berhasil menekan laju pertumbuhan pandemi di Jawa Timur.

“Bapak Presiden menanyakan alasan, kenapa Jawa Timur bisa cepat turun dari kasus Covid. Artinya, sebetulnya Pemerintah Pusat sudah mengakui bahwa Jawa Timur sudah bagus. Tapi, kita semua tidak boleh puas. Sebab, beberapa daerah ada yang belum bagus penanangan Covid,” ujarnya.

Pejabat nomor satu di lingkungan Makodam V/Brawijaya itupun berujar, jika dirinya sudah menyiapkan berbagai langkah untuk mengantisipasi timbulnya varian Covid baru sebelum persiapan natal dan tahun baru berlangsung.
        
"Salah satunya adalah percepatan vaksinasi yang harus dilakukan oleh 3 pilar dengan mengerahkan mobil vaksin. Itu untuk menjangkau daerah terpencil, dan melayani masyarakat disabilitas,” jelasnya.
        
Selain disabilitas, adanya sarana itu juga ditujukan untuk melayani vaksinasi terhadap para lansia dan wanita hamil dengan sistem hotline, hingga door to door.
        
“Cara itu sangat efektif untuk menjangkau daerah dengan partisipasi vaksin yang rendah,” bebernya.
       
Selain langkah-langkah itu, Suharyanto juga menerapkan langkah reward and punishment. Artinya, pemberian reward atau penghargaan juga dilakukan bagi suatu daerah yang memiliki cakupan vaksinasi cukup tinggi.
        
“Sedangkan, punishment berlaku bagi daerah atau wilayah yang rendah cakupan vaksinasinya. Mereka juga harus bisa menjelaskan, apa kendalanya. Operasi gabungan PPKM gabungan nanti juga kami lakukan,” tegasnya.
       
Senada, Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afianta menyebut pemutusan rantai pandemi harus terus digencarkan oleh semua pihak. Sinergitas, kata dia, seakan menjadi point utama dalam penyelesaian permasalahan Covid di Indonesia, khususnya di Jawa Timur.
        
Terkait persiapan natal dan tahun baru mendatang, pihaknya sudah
merencanakan beberapa strategi, termasuk soal pengerahan personel,
hingga pendirian pos pengamanan di setiap daerah. 

“Mengenai pos pengamanan, sekitar ada 125 pos. 39 pos pelayanan, 69 pos pantau dan ada 29 pos penyekatan,” bebernya. 

“Di setiap pos, nantinya ada personel TNI-Polri,” tuntasnya.

Kumpulan berita Jatim terkini

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved