Breaking News:

Berita Surabaya

Mengharukan, Kisah Mahasiswi Surabaya Penjual Pisgor Dapat Tawaran Rusun 

Mengharukan kisah Yusnani Husein, mahasiswi semester tiga sebuah PTS di Surabaya ini. Dengan gigih, mahasiswi berhijab ini berjuang keras untuk

Penulis: Nuraini Faiq | Editor: Januar
TribunJatim.com/ Nuraini Faiq
Wakil Wali Kota Surabaya Armuji saat menemui Yusnani Husein, mahasiswi semester tiga penjual pisang goreng di Masjid Balai Kota Surabaya, Kamis (18/11/2021). 

Laporan wartawan  Tribun Jatim Network, Nuraini Faiq

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Mengharukan kisah Yusnani Husein, mahasiswi semester tiga sebuah PTS di Surabaya ini.

Dengan gigih, mahasiswi berhijab ini berjuang keras untuk memenuhi biaya kuliah. Dia tidak malu jualan pisang goreng (pisgor) keliling.

Dengan penuh semangat, Yusnani rutin jualan. Selain biasa menjajakan pisgor di areal kawasan wisata Ampel, dia juga biasa menjajakan pisgor yang sudah dikemas itu di Maajid Muhajirin, di lingkungan Balai Kota Surabaya. 

Baca juga: Membentang di Atas Jurang, Begini Persiapan Pembangunan Jembatan Kaca Seruni Point di Probolinggo

Mahasiswi yang tinggal bersama kakaknya di Sidomulyo, Kenjeran tersebut harus pandai mengatur waktu agar tidak ketinggalan materi kuliah. "Saya tinggal bersama kakak di kontrakan keci," ungkap mahasiswi yang orang tuanya sudah meninggal, Kamis (18/11/2021).

Dengan duduk Bersimpuh, mahasiswi itu tak putus asa menawarkan dagangannya di Masjid lingkungan balai kota. Ada pisang cokelat dan pisang keju. Rata-Rata satu kemasan plastik mika dijual Rp 15.000.

Keberadan Yusnani yang berada di masjid balai kota itu menggugah rasa haru Wakil Wali Kota Surabaya Armuji. Kamis sore usai salat ashar, Wawali Cak Ji ini menemui Yusnani. 

"Alhamdilillah, ada saja yang beli. Kadang juga pernah habis. Kadang juga tidak," ucap Yusnani saat ditemui Wawali Cak Ji.

Mahasiswi berusia 19 tahun ini menuturkan saat ini hidup dengan Kakaknya yang telah menikah di Kontrakan berukuran kecil. Ayahnya telah meninggal dan ibunya tinggal terpisah di Sumenep Madura.

Sore tadi adalah momen tak terduga. Wawali tiba-tiba menemui Yusnani yang jualan pisgor di halaman masjid balai kota. Cak Ji terpanggil karena yang jualan adalah perempuan usia sekolah atau kuliah. 

Cak Ji pun ngobrol dan meminta kisah mahasiswi tersebut. Wawali ini pun makin terharu karena dia bertekad menuntaskan kuliahnya. Lalu Cak Ji memborong semua pisgor Yusnani. 

Wawali ini berjanji akan membantu memfasilitasi untuk pengurusan Rumah Susun agar ia dan keluarganya dapat menempati tempat tinggal yang layak.

"Ini saya beli semua ya. Semoga jualannya laris. Nanti saya minta KTP untuk dapat dibantu mendapatkan rumah susun  sehingga nanti belajarnya bisa nyaman," kata Cak Ji.

Termasuk apakah dia ber-KTP Surabaya. Kalau iya masuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) untuk dilakukan intervensi beasiswa mahasiswa. Wawali ini mengajak Semua pihak harus peka dan bergerak mengatasi problem sosial kota. (Faiq) 

Kumpulan berita Surabaya terkini

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved