Berita Jatim

Pemprov Belum Umumkan UMP Jawa Timur 2022, Kadisnaker Sebut Akan Dilakukan Senin Pekan Depan

Pemprov Jawa Timur belum umumkan UMP Jawa Timur 2022, Kadisnaker Himawan Estu Bagijo sebut akan dilakukan Senin pekan depan.

Penulis: Fatimatuz Zahroh | Editor: Dwi Prastika
Tribun Jatim Network/Fatimatuz Zahroh
Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Jawa Timur, Himawan Estu Bagijo saat diwawancarai usai audiensi bersama SPSI dan Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, terkait UMP Jawa Timur 2022, Rabu (17/11/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Fatimatuz Zahroh

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Pemerintah Provinsi Jawa Timur belum juga mengumumkan besaran upah minimum provinsi (UMP) tahun 2022 hingga Sabtu (20/11/2021) sore.

Bahkan kesepakatan untuk penentuan besaran UMP Jawa Timur 2022 belum mencapai titik temu. 

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Timur, Himawan Estu Bagijo mengatakan, UMP Jawa Timur 2022 baru akan diumumkan pada hari Senin pekan depan.

Menurutnya, besaran UMP Jawa Timur 2022 tersebut akan langsung diumumkan oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.

"Belum, nanti akan langsung diumumkan oleh ibu gubernur pada Senin minggu depan. Jadi mohon ditunggu," tegas Himawan Estu Bagijo pada Tribun Jatim Network. 

Sebelumnya diberitakan bahwa ada perbedaan usulan untuk kenaikan UMP Jawa Timur 2022.

Pertama dari kalangan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan juga kalangan pengusaha mengusulkan agar UMP tahun depan naik sebesar Rp 22.700.

Besaran usulan kenaikan itu dikatakan Himawan Estu Bagijo berdasarkan rumusan dari Peraturan Pemerintah (PP) nomor 36 tahun 2021 tentang Pengupahan.

Sebagaimana diketahui, UMP Jatim tahun ini ada di angka Rp 1.868.777. Jika disetujui usulan Rp 22.700, maka UMP Jawa Timur 2022 sebesar Rp 1.891.477.

Sedangkan dari kalangan pekerja mengusulkan agar kenaikan bisa mencapai sekitar Rp 200 ribu lebih. Dengan usulan kenaikan sebesar itu, mereka ingin agar UMP Jawa Timur minimal adalah Rp 2 juta. 

Sedangkan Khofifah sendiri mengupayakan agar kenaikan bisa di angka Rp 100 ribu. Yang kemudian dikonsultasikan ke pemerintah pusat. 

Baca juga: 15 Daerah Sudah Tetapkan Upah Minimum Provinsi 2021, UMP Tertinggi DKI Jakarta Rp 4.452.724

Di sisi lain, Ketua Dewan Pengupahan dari unsur pekerja yang juga Ketua Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Jatim, Ahmad Fauzi mengatakan, sejauh ini memang belum ada kesepakatan angka UMP Jawa Timur 2022.

"Masih deadlock, masih alot sekali. Saya meminta kepada bu gubernur untuk tidak ditandatangani (angka kenaikan Rp 22.700) dulu sambil melihat provinsi lain," terangnya. 

Fauzi menambahkan, pihaknya tetap ngotot meminta UMP Jawa Timur 2022 naik minimal Rp 275.000 sampai Rp 300.000. Pasalnya, Fauzi menilai Jawa Timur sebagai salah satu pusat perekonomian di Indonesia, namun nilai UMP masih rendah. 

"Karena arus bawah anak-anak pekerja tetap meminta kenaikan yang signifikan. Jatim ini provinsi besar, salah satu penyumbang perekonomian terbesar di Indonesia, tapi UMP justru paling rendah," tandasnya.

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved