Muktamar NU

Tarik Ulur Jadwal Muktamar NU ke-34 di Lampung, Pengamat Unair Surabaya Sebut Perlu Duduk Bersama

Terkait tarik ulur jadwal pelaksanaan Muktamar NU ke-34, pengamat Unair Surabaya menyebut berbagai pihak perlu duduk bersama.

Tayang:
Penulis: Yusron Naufal Putra | Editor: Dwi Prastika
nu.or.id
Logo Muktamar NU ke-34 di Lampung - Terkait tarik ulur jadwal pelaksanaan Muktamar NU ke-34, pengamat Unair Surabaya menyebut perlu duduk bersama. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Yusron Naufal Putra

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Tarik ulur pelaksanaan Muktamar NU ke-34 yang akan berlangsung di Lampung, tampaknya masih terjadi.

Perdebatan mengenai jadwal pasti Muktamar NU ke-34 sejauh ini masih mengemuka .

Guru Besar Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisip) Universitas Airlangga Surabaya, Prof Kacung Marijan menilai, tarik ulur sudah harus diselesaikan. Kuncinya, masing-masing pihak harus duduk bersama untuk menemukan jalan tengah. 

Hal itu menanggapi perdebatan apakah Muktamar NU ke-34 dimajukan atau diundur sebagaimana mencuat, mengiringi penjadwalan ulang lantaran terimbas rencana Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM Level 3 pada 24 Desember 2021 mendatang. 

"Melakukan obrolan yang mengedepankan prinsip kebersamaan, menggunakan nalar dan hati. Tidak saling menang-menangan, melainkan saling merangkul," kata Prof Kacung Marijan, Rabu (1/12/2021). 

Prof Kacung Marijan menyebut, sebenarnya urusan dimajukan atau diundur bukan persoalan yang perlu terus diperdebatkan. Justru, menurutnya, semua pihak berharap tidak ada perselisihan yang timbul mengiringi rencana hajat besar kaum Nahdliyin ini.

Pria yang juga Wakil Rektor Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) ini mengatakan, dalam situasi ini semua pihak berharap prinsip kebersamaan menjadi acuan untuk Muktamar NU ke-34 di Lampung

Sehingga, resep dan solusi yang bisa dilakukan dalam situasi kebuntuan hanyalah duduk bersama.

Baca juga: PWNU Jawa Timur Keluarkan Sikap Resmi, Nyatakan Mendukung Pelaksanaan Muktamar NU ke-34 Maju

"Kalau terpaksa, harus ada yang ngalah, sesuai dengan kultur kita, sing enom ngalah (yang muda mengalah) dan sing tuwo tidak semena-mena (yang tua tidak semena-mena)," ungkapnya menambahkan. 

Di sisi lain, Kacung Marijan menyebut, dalam upaya perundingan juga perlu melibatkan tokoh atau figur senior dan kharismatik Nahdlatul Ulama.

Dia menyebut, banyak tokoh di NU yang bisa dilibatkan.  

Hal itu untuk memecah situasi untuk suksesnya gelaran Muktamar Nahdlatul Ulama yang menjadi gawe organisasi besar itu. 

Apalagi, warga Nahdliyin menaruh harapan besar Muktamar Nahdlatul Ulama dapat berjalan lancar. Sehingga, jalan tengah sangat diharapkan. 

Dia menilai Muktamar Nahdlatul Ulama mendatang cukup krusial untuk Nahdlatul Ulama. Di antaranya, lantaran dalam rangka meletakkan dasar-dasar menyongsong NU memasuki abad kedua. 

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved