Breaking News:

Berita Kota Batu

PHRI Kota Batu Sambut Positif PPKM Level 3 pada Masa Nataru, Namun Minta Tak Ada Penyekatan

PHRI Kota Batu menyambut positif PPKM Level 3 pada masa Natal dan Tahun Baru, namun pihaknya meminta agar tak ada penyekatan.

Penulis: Benni Indo | Editor: Dwi Prastika
Tribun Jatim Network/Benni Indo
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Batu, Sujud Hariadi memaklumi adanya pengetatan mobilitas di masa Natal dan Tahun Baru, Kamis (2/12/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Benni Indo

TRIBUNJATIM.COM, KOTA BATU - Jelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2022, Pemerintah Kota Batu menerapkan pembatasan mobilitas untuk menekan angka penularan Covid-19 (virus Corona).

Pembatasan mobilitas itu dilakukan dengan cara menerapkan kembali Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM Level 3 beserta seluruh aturan di dalamnya, seperti pengetatan protokol kesehatan di tempat ibadah, pusat belanja dan juga destinasi wisata.

Meski begitu, tidak ada keterangan resmi adanya penyekatan.

Kota Batu, sebagai tujuan wisata sangat mengandalkan kedatangan orang untuk menggerakkan ekonomi. Pengetatan libur Nataru ini pun diprediksi akan berdampak pada usaha pariwisata.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Batu, Sujud Hariadi memaklumi adanya pengetatan mobilitas tersebut. Apalagi, virus Covid-19 dikabarkan telah bermutasi menjadi varian baru yang dinamai Omicron. Sujud Hariadi mengaku tidak keberatan dengan pembatasan tersebut.

“Ini adalah upaya pemerintah untuk mengakhiri pandemi. Mau bagaimanapun pandemi masih ada, PHRI akan mengikuti aturan tersebut. Tapi satu hal yang kami minta kalau bisa, jangan ada penyekatan,” kata Sujud Hariadi, Kamis (2/12/2021).

Menurut dia, penyekatan yang akan dilakukan akan berdampak pada kunjungan. Sembari berharap tidak ada penyekatan, PHRI Kota Batu berkomitmen tinggi untuk menerapkan disiplin protokol kesehatan selama pelaksanaan PPKM Level 3.

Baca juga: Jelang Natal 2021 dan Tahun Baru 2022, Dishub Kota Malang Siapkan Dua Pos Pantau

“Kami harap tidak ada penyekatan dan kami akan bekerja keras bersama pemerintah untuk menjaga supaya tidak terjadi lonjakan kasus di akhir tahun,” jelasnya.

Sujud Hariadi berharap, pemerintah dapat melakukan penertiban, pembinaan dan membantu pelaku usaha pariwisata memenuhi persyaratan operasional.

“Kami minta usulan ini dipertimbangkan. Kami juga paham upaya kita bersama untuk menekan laju persebaran Covid-19, khususnya di Kota Batu,” pungkasnya.

Sementara itu, Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko telah mewanti-wanti pengusaha tempat pariwisata tidak menggelar kegiatan bersifat menimbulkan keramaian di akhir tahun nanti.

Dewanti Rumpoko menegaskan imbauan itu sejalan dengan instruksi pemerintah pusat yang akan memberlakukan PPKM Level 3 per tanggal 24 Desember 2021 hingga 2 Januari 2022.

“Kalau hanya menginap kemudian kuliner tidak apa-apa. Kalau acara gebyar atau sifatnya euforia mendatangkan artis atau musik-musik begitu tidak boleh,” tegas Dewanti Rumpoko.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved