Berita Bisnis

Momentum Pertumbuhan Ekonomi, PT MAMI Optimis Indonesia Punya Tren Menarik di Mata Investor Asing

Pergerakan investasi di tahun 2022 diprediksi akan menjadi momentum akselerasi pertumbuhan ekonomi bagi Indonesia.

Penulis: Aqwamit Torik | Editor: Ndaru Wijayanto
tangkapan layar
(ki-ka dari atas arah jarum jam)* Ezra Nazula – Director & Chief Investment Officer, Fixed Income PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI); Katarina Setiawan – Chief Economist & Investment Strategist MAMI; dan Samuel Kesuma – Senior Portfolio Manager, Equity MAMI - saat berlangsungnya Webinar Zoom – Indonesia Market Outlook 2022 yang diadakan Selasa (7/12/2021). 

TRIBUNJATIM.COM - Pergerakan investasi di tahun 2022 diprediksi akan menjadi momentum akselerasi pertumbuhan ekonomi bagi Indonesia.

Terlebih, saat ini ekonomi dunia khususnya Indonesia yang mulai bangkit dari hantaman wabah Covid-19 yang sempat membuat banyak sektor yang lumpuh.

PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) menyampaikan bahwa dalam rentang 2020 hingga 2022, kondisi market mengalami tiga fase penting.

Fase tersebut adalah fase pandemi pada 2020, fase recovery pada 2021 dan fase normalisasi pada 2022.

Yang menarik adalah Indonesia akan mengalami fase akselerasi di tahun 2022.

Pernyataan ini disampaikan dalam acara Indonesia Market Outlook 2022: Back on the Radar Screen yang diadakan secara daring pada Selasa (7/12/2021), yang dihadiri oleh Ezra Nazula selaku Director & Chief Investment Officer, Fixed Income; Katarina Setiawan selaku Chief Economist & Investment Strategist dan Samuel Kesuma selaku Senior Portfolio 
Manager, Equity.

Pada kesempatan itu, Samuel Kesuma menjelaskan jika situasi penanganan pandemi sempat membuat kinerja pasar saham tertinggal. Tapi berkat perbaikan penanganan dan kondisi fundamental membuat pasar saham menawarkan peluang pertumbuhan yang lebih baik di 2022.

Strategi MAMI di 2022

Melihat kondisi pertumbuhan yang positif di tahun 2022, MAMI dalam beberapa bulan terakhir terus menambah bobot di sektor yang dinilai benefit dengan aktifitas normalisasi ekonomi di tahun 2022.

Samuel menjelaskan, ada strategi yang sama yang dilakukan oleh MAMI di tahun 2022, tapi ada juga beberapa yang ditambah guna mengantisipasi normalisasi aktifitas yang makin terlihat di 2022.

"Tentunya kalau memang ada perubahan terkait dengan momentum ekonomi atau ada sektor yang tiba-tiba deliver resource nantinya kita juga akan incorporate ke dalam sektor strategic kita," ungkap Samuel.

Terkait normalisasi ekonomi khususnya di bursa saham, Samuel menambahkan, jangka pendeknya adalah jika kasus Covid sudah membaik dan tak ada lockdown, ekonomi akan bisa membaik.

Hal tersebut menjadi sesuatu yang positif di bursa saham tahun depan.

Sedangkan terkait perspektif jangka panjang, Samuel menilai Indonesia saat ini sudah berubah.

"Kalau ngomong 2 tahun lalu, kita cuma dianggap negara yang erat kaitannya dengan konsumsi domestik, tapi dengan sekarang banyaknya emiten yang melantai di bursa, isu ESG (Environment, Social, Governance) yang semakin marak di dunia global, indonesia sebenarnya berada di posisi yang sangat baik, untuk terlibat masuk sorotan investor asing yang memang mencari instrumen investasi yang cocok dengan ESG," paparnya.

Samuel juga optimis jika Indonesia dalam beberapa tahun ke depan punya tren yang menarik di mata investor asing 

"Tentunya investor asing yang selama beberapa tahun terakhir cenderung keluar kita expect flownya akan berbalik positif dengan banyaknya instrumen yang menarik di mata investor asing," pungkas Samuel.

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved