Breaking News:

Berita Malang

Pemkot Malang Tidak Menerapkan Sistem Ganjil-Genap Saat Nataru

Selama masa libur Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 (Nataru), arus kendaraan yang masuk di wilayah Kota Malang diprediksi akan meningkat

Penulis: Kukuh Kurniawan | Editor: Januar
TribunJatim.com/Kukuh Kurniawan
Kepala Dishub Kota Malang, Heru Mulyono saat ditemui TribunJatim.com, Rabu (6/10/2021). 

Laporan wartawan TribunJatim.com, Kukuh Kurniawan

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Selama masa libur Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 (Nataru), arus kendaraan yang masuk di wilayah Kota Malang diprediksi akan meningkat.

Meski demikian, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang memutuskan tidak jadi menerapkan ganjil genap. Hal tersebut dikarenakan, Kota Malang tidak begitu banyak memiliki destinasi wisata.

Selain itu, Pemkot Malang juga sudah memperketat ketentuan protokol kesehatan di area wisata. Termasuk, pembatasan pengunjung yang hanya 75 persen.

"(Ganjil genap) belum dilakukan. Kami memilih untuk membatasi pengunjung dan melakukan swab secara acak di keramaian," ujar Wali Kota Malang, Sutiaji, kepada TribunJatim.com, Jumat (24/12/2021).

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang, Heru Mulyono menambahkan, kebijakan yang tertuang dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 66 Tahun 2021 tentang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) saat Nataru memang sulit diterapkan untuk skema ganjil genap.

Sebab hingga saat ini, penerapan ganjil genap hanya dilakukan di Kota Batu yang banyak memiliki destinasi wisata.

"Terkait ganjil genap, kami masih melihat situasinya, sepertinya belum kami terapkan. Sebab saat ini, kesepakatannya (penerapan ganjil genap) hanya di Kota Batu saja," bebernya.

Baca juga: KAI Daop 8 Surabaya: 20 Ribu Lebih Warga Telah Bepergian Naik KA Pada Hari Ini

Dirinya menjelaskan, sejauh ini mobilitas kendaraan di Kota Malang masih belum terlalu padat. Karena Kota Malang hanya sebagai tempat transit bagi wisatawan yang hendak berwisata ke Kota Batu.

Meski demikian, selama momen Nataru, Dishub Kota Malang akan menyiagakan sebanyak 120 personel untuk mengatur lalu lintas. Tentunya, juga bekerjasama dengan Polresta Malang Kota.

"Kami dan Polresta Malang Kota belum menerapkan ganjil genap, karena mobilitas masyarakat masih bisa ditoleransi. Tinggal bagaimana mengaturnya," pungkasnya.

Kumpulan Berita Malang terkini

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved