Breaking News:

Berita Madiun

Polisi Cek Urine Kru Bus di Terminal Caruban dan Terminal Seloaji Ponorogo

Polres Madiun melakukan tes urine (urinalisis) kepada sopir, kernet, dan kondektur bus di Terminal Caruban, Kecamatan Mejayan, Kabupaten Madiun huuh

Penulis: Sofyan Arif Candra Sakti | Editor: Januar
Istimewa/TribunJatim.com
Polres Madiun Melakukan Tes Urine (urinalisis) kepada Kru Bus di Terminal Caruban, Kecamatan Mejayan, Kabupaten Madiun, Jumat (24/12/2021). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sofyan Arif Candra

TRIBUNJATIM.COM, MADIUN - Polres Madiun melakukan tes urine (urinalisis) kepada sopir, kernet, dan kondektur bus di Terminal Caruban, Kecamatan Mejayan, Kabupaten Madiun, Jumat (24/12/2021).

Secara acak, polisi meminta puluhan kru bus untuk mengambil sampel urine didampingi personel kepolisian lalu dicek.

Kasat Reskoba Polres Madiun, AKP Agung Darmawan mengatakan pelaksanaan tes urine ini merupakan bagian dari Operasi Lilin Semeru 2021 yang dalam pelaksanaannya dibantu oleh Dinas Perhubungan, TNI, serta instansi terkait lainnya.

"Tujuannya adalah untuk memberikan keamanan dan keselamatan bagi pelaku perjalanan terutama pengguna transportasi bus," jelas Agung

Dari tes urin tersebut tidak ditemukan adanya kru bus yang terdeteksi menggunakan narkoba ataupun obat terlarang lainnya.

Baca juga: Keamanan Gereja di Surabaya Berlapis, Irwasum Mabes Polri Pastikan Misa Natal Berjalan Aman

Di tempat terpisah, Satreskoba Polres Ponorogo bersama Sub Denpom V/1-1 Ponorogo dan Dinas Perhubungan Kabupaten Ponorogo juga melaksanakan tes urin kepada sopir dan kondektur bus angkutan darat di Terminal Seloaji Ponorogo.

Dalam kegiatan tersebut para sopir bus yang berhenti di terminal Ponorogo diminta petugas untuk turun dari kendaraannya, dan diarahkan menuju tempat dilaksanakannya tes urin oleh Petugas dari Si Dokkes Polres Ponorogo.

Kasat Reskoba Polres Ponorogo AKP Didik Supriyanto mengatakan, kegiatan ini rutin dilakukan menjelang Nataru dimana mobilitas kegiatan masyarakat akan meningkat. 

Lebih lanjut, Didik menjelaskan kegiatan ini bertujuan untuk mendeteksi dini terhadap adanya penyalahgunaan narkoba yang dilakukan oleh sopir dan kondektur bus angkutan darat. 

"Hal ini juga untuk meminimalisir terjadinya kecelakaan lalu lintas akibat pengemudi yang eror karena terpengaruh oleh barang terlarang tersebut," jelas Didik 

Dari sekitar 31 sopir yang di tes urine, Didik mengatakan tidak ada sopir yang positif mengkonsumsi narkoba.

"Saya sangat bersyukur dari hasil tes urin tersebut, karena hasilnya semua negatif." Ungkapnya

Namun jika ada sopir bus yang kedapatan menggunakan narkoba, jelas akan diberikan sanksi tegas sesuai amanat undang-undang.

Kumpulan berita Madiun terkini

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved