Breaking News:

Berita Madiun

Calo Ambruk saat Antar Penumpang Bus di Madiun, Diberi Minyak Angin Tak Bangun, Ternyata Sudah Tewas

Seorang calo penumpang bus Caruban - Ngawi meninggal dunia mendadak di dalam bus mini Lingga Jaya Nopol. AE 7066 UF, Minggu (26/12/2021).

TRIBUNJATIM.COM/istimewa
Calo Penumpang Bus Caruban - Ngawi Meninggal Dunia Mendadak di Dalam Bus Mini Lingga Jaya di Kecamatan Mejayan, Kabupaten Madiun, Minggu (26/12/2021). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sofyan Arif Candra

TRIBUNJATIM.COM, MADIUN - Seorang calo penumpang bus Caruban - Ngawi meninggal dunia mendadak di dalam bus mini Lingga Jaya Nopol. AE 7066 UF, Minggu (26/12/2021).

Kejadian bermula saat korban Gunawan Saputra (54) membantu mencarikan penumpang Bis Lingga Jaya di Jalan Bali Kelurahan Krajan, Kecamatan Mejayan.

"Pada saat mengantar penumpang naik ke dalam bis, korban tiba tiba ambruk jatuh di tangga masuk bus. Korban lalu ditolong oleh penumpang," kata Kapolsek Mejayan, AKP Susworo, Minggu (26/12/2021).

Penumpang dan kru bus berusaha menolong korban dengan memberikan minyak angin namun tidak kunjung sadar.

Saksi lalu mengecek ternyata sudah tidak ada denyut nadi dan korban sudah tidak bernafas.

Menurut Susworo, korban sudah mengeluh tidak enak badan dan meriang selama beberapa hari kepada kru bus yang lain.

Petugas kepolisian juga menemukan sejumlah obat di kamar kos korban.

Mulai dari obat sakit kepala, obat maag, hingga antibiotik.

"Korban ini tidak jelas warga mana. Kalau kelahirannya Semarang tapi KTP nya Kecamatan Dolopo," ucap Susworo.

Di Kecamatan Mejayan sendiri, korban sudah ngekos selama 17 tahun di Kelurahan Krajan tak jauh dari Taman Kota Caruban Asti.

"Dia ngekos sendiri tidak ada saudara. Kami koordinasi dengan rekan di Polsek Dolopo tapi katanya warga tidak ada yang kenal," lanjutnya.

Saat ini jenazah masih berada di rumah sakit untuk menunggu jika ada pihak keluarga yang mau mengambil jenazah korban.

"Kita tunggu maksimal tiga hari. Kalau tidak ada, kita koordinasikan lagi dengan Dinsos," terang Susworo.

"Tapi warga Kelurahan Krajan menerima jika korban dimakamkan di pemakaman umum Kelurahan Krajan karena memang sudah lama dan dekat dengan warga sekitar," pungkasnya.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved