Breaking News:

Berita Jember

Remaja 17 Tahun di Jember Kebingungan Ditinggal Kenalannya di Jalan, Terkuak Kejadian Sebenarnya

Remaja 17 tahun di Jember kebingungan ditinggal kenalannya di jalan sampai diantar pulang warga yang iba, terkuak kejadian sebenarnya: Cabul.

Penulis: Sri Wahyunik | Editor: Dwi Prastika
Tribunnews.com
Ilustrasi - Remaja 17 tahun di Jember kebingungan ditinggal kenalannya di jalan sampai diantar pulang warga yang iba, terkuak kejadian sebenarnya: Cabul. 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Sri Wahyunik

TRIBUNJATIM.COM, JEMBER - Seorang remaja 17 tahun di Jember kebingungan setelah ditinggal kenalannya di jalan.

Warga yang merasa iba, kemudian mengantarkannya pulang.

Terkuak ternyata remaja tersebut telah menjadi korban pencabulan.

Sang ayah yang tak terima anaknya menjadi korban pencabulan, melapor ke polisi.

Korban mengaku dicabuli FH (22), pemuda asal Kecamatan Tempurejo, Jember.

Kini FH sudah mendekam di rumah tahanan Polres Jember.

Menurut keterangan ayah korban, sang anak menjadi korban pencabulan FH pada 27 Desember 2021 lalu.

Pencabulan tersebut dilakukan di area perkebunan karet di wilayah hukum Polsek Jenggawah.

Mulanya korban berkenalan dengan FH melalui media sosial Facebook (FB). Setelah seminggu berkenalan, mereka janjian bertemu.

Saat bertemu itu, FH mengajak korban keluar rumah.

Sesampainya di perkebunan karet, FH mengajak korban minum minuman beralkohol. Korban awalnya menolaknya, namun FH terus memaksa. Sampai akhirnya, kedua orang itu mabuk. Ketika korban mabuk itulah, FH melakukan pencabulan.

Baca juga: Modus Diajak Jalan-jalan, Siswi Sidoarjo Dicabuli, Pelaku Ancam Permalukan Korban di Hadapan Teman

"Setelah melakukan perbuatan cabulnya, pelaku ini meninggalkan korban. Korban yang kebingungan di tepi jalan, ditemukan warga. Sampai akhirnya diantar pulang ke rumahnya," ujar Kapolsek Jenggawah, AKP Subagio, Selasa (4/1/2022).

Peristiwa itu kemudian dilaporkan ke Polsek Jenggawah. Polisi pun melakukan penyelidikan, hingga akhirnya awal Januari 2022, polisi menangkap FH.

Polisi menerapkan Pasal 82 Perpu nomor 1 tahun 2016 Jo Pasal 76 Huruf E UU RI nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara kepada FH.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved