Breaking News:

Berita Surabaya

Muncul Praktik Jual Beli Vaksin Booster Ilegal di Surabaya, Pemkot Surabaya Lapor ke Polisi

Pemerintah Kota Surabaya ikut memantau perkembangan kasus jual beli vaksin booster secara ilegal di Kota Pahlawan. Dinas Kesehatan Kota Surabaya

Penulis: Bobby Constantine Koloway | Editor: Januar
Pixabay
Ilustrasi vaksinasi Booster atau vaksin dosis ketiga Covid-19. 

Laporan wartawan Tribun Jatim Network, Bobby Constantine Koloway

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Pemerintah Kota Surabaya ikut memantau perkembangan kasus jual beli vaksin booster secara ilegal di Kota Pahlawan.

Dinas Kesehatan Kota Surabaya saat ini telah menyerahkan kasus ini sepenuhnya kepada pihak kepolisian.

"Terkait kasus tersebut, Dinas Kesehatan Kota Surabaya telah melaporkan ke Polrestabes Surabaya dan saat ini ditangani oleh Kasat Reskrim Polrestabes," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya, Nanik Sukristina, Rabu (5/1/2022).

Oleh karenanya, pihaknya belum mengetahui perkembangan kasus tersebut hingga saat ini.

Baca juga: Bandit Acak-acak Medokan Semampir Surabaya, 3 Helm Amblas, Karyawan: 2 Motor Pernah Digondol

"Hasil penelusuran kasus tersebut menunggu hasil penelusuran kasus dari pihak Polrestabes dan menunggu hasil penyidikan dari pihak Polrestabes," katanya.

Selama ini, Pemkot baru memberikan suntikan dosis ketiga (booster) kepada tenaga kesehatan. Itu pun menggunakan vaksin merk Moderna, berbeda dengan merk pada kasus peredaran booster ilegal yang disebut menggunakan Sinovac.

Selain itu, dosis penguat bagi nakes tersebut juga tak berbayar. Total, ada sekitar 48 ribu nakes di Kota Surabaya yang mendapat suntikan ini sejak Agustus lalu.

Sedangkan untuk vaksin Sinovac, Dinkes Surabaya selama ini memastikan penyalurannya dilakukan secara tercatat. Juga, belum ada merk Sinovac yang digunakan sebagai booster.

Sejauh ini, Pemkot juga masih menunggu teknis dari pemerintah pusat tentang pemberian booster kepada penerima berusia di atas 18 tahun. "Sampai dengan saat ini, belum ada Surat Edaran dan Petunjuk Teknis terkait hal tersebut," katanya. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved