Breaking News:

Berita Jember

Susur Sungai, Tim Ekspedisi Sungai Bedadung Jember Temukan 102 Titik Timbulan Sampah

Lakukan susur sungai, Tim Ekspedisi Sungai Bedadung Jember menemukan 102 titik timbulan sampah. Berbeda dengan pengarungan di tahun 2019 lalu.

Penulis: Sri Wahyunik | Editor: Dwi Prastika
Istimewa/TribunJatim.com/Tim Ekspedisi Sungai Bedadung
Timbulan sampah yang tepat berada di bibir Sungai Bedadung Jember ditemukan Tim Ekspedisi Sungai Bedadung, Sabtu (8/1/2022). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Sri Wahyunik

TRIBUNJATIM.COM, JEMBER - Tim Ekspedisi Sungai Bedadung melakukan susur sungai bertajuk Bedadung Bukan Tempat Sampah, Sabtu (8/1/2022) dan Minggu (9/1/2022) untuk memantau timbulan sampah di tepian Sungai Bedadung, Jember.

Setelah pemantauan, tim akan melakukan audit sampah pada Minggu (9/1/2022).

Susur sungai dilakukan mulai dari Jembatan Semanggi dan berakhir di Kelurahan Mangli, Kecamatan Kaliwates, yang berjarak sekitar 6 Km.

Aktivis pecinta alam Jember, tim dari Ecoton, dan Dinas Lingkungan Hidup Pemkab Jember melakukan susur sungai dengan memakai perahu karet.

Baca juga: Tak Cuma Sampah Plastik, Ada Celana Dalam hingga Bra Ditemukan di Tepi Sungai Bedadung Jember

Di sepanjang jalur susur sungai, beberapa kali tim berhenti. Terutama ketika menemukan timbulan sampah, seperti yang ditemukan di titik seputaran Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Sumbersari.

Tepat di bibir sungai, ada lokasi pembuangan sampah. Sampah yang mendominasi adalah sampah plastik.

"Hasil dari pengarungan hari ini, berbeda dengan ketika kami melakukan pengarungan di tahun 2019. Tahun 2019 kami menemukan 10 titik timbulan sampah berukuran 5-10 meter. Dari tinjauan ulang, terdapat 102 titik timbulan sampah yang didominasi berukuran sedang, yakni 2-5 meter, meski ada juga yang berukuran besar 10-15 meter," ujar Hamdi dari Mapala yang turut dalam susur sungai Ekspedisi Sungai Bedadung, Sabtu (8/1/2022).

Selain itu, tim ekspedisi juga menemukan 252 rumpun bambu dan pohon yang terlilit sampah.

"Juga banyak permukiman warga yang sangat mepet dengan sungai, sehingga tidak ada ruang bebas di pinggir sungai, jadi mengurangi daya tampung air sungai, terutama saat musim hujan. Juga limbah cair rumah tangga yang langsung dibuang ke sungai," imbuhnya.

Namun tim juga menemukan hal baik, yakni penemuan pohon lo/loa (ficus racemosa), juga bertemu dengan sejumlah pemancing, yang bahkan berasal dari luar Jember. Para pemancing juga menyayangkan banyaknya sampah di tepian Sungai Bedadung.

"Besok kami akan melanjutkan kegiatan dengan melakukan brand audit terhadap sampah plastik yang kami temukan," pungkas Hamdi.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved