Breaking News:

Berita Jatim

Soal Video Tendang Sesajen di Semeru, Gubernur Khofifah Bereaksi: Jangan Mencederai Adat Istiadat

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa turut menyesalkan adanya aksi viral seseorang yang menendang sesajen di kawasan bencana erupsi Gunung

Penulis: Fatimatuz Zahroh | Editor: Januar
Istimewa/TribunJatim.com
Polda Jatim sedang menyelidiki video viral pria membuang sesajen di lokasi terdampak erupsi Gunung Semeru di Lumajang, Minggu (9/1/2022). 

Laporan wartawan Tribun Jatim Network, Fatimatuz Zahroh

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa turut menyesalkan adanya aksi viral seseorang yang menendang sesajen di kawasan bencana erupsi Gunung Semeru, Kabupaten Lumajang.

Menurut Gubernur Khofifah hal tersebut termasuk tindakan yang mencederai adat istiadat lokal.

Dalam rekaman yang viral, terlihat seorang pria berompi hitam berada di lokasi erupsi Gunung Semeru. Ia kemudian berjalan mendatangi sesajen yang diletakkan di atas tanah.

"Ini yang membuat murka Allah, jarang sekali disadari bahwa inilah yang mengundang murka Allah hingga menurunkan adzabnya,” kata lelaki dalam video tersebut.

Baca juga: Satpol PP Probolinggo Tindaklanjuti Aksi Perusakan Taman Kota oleh Pemuda Rambut Pirang dan Pemotor

Seusai mengucapkan kalimat tersebut, ia langsung melempar dan menendang sesajen. Pria yang sama membuang sesajen yang diletakan di atas batu seperti Lingga.

Menanggapi video viral tersebut, Gubernur Khofifah sangat menyayangkan dan menurutnya hal itu tidak seharusnya terjadi dan dilakukan. Terlebih dengan kondisi bangsa Indonesia yang memang memiliki semboyan bhineka tunggal ika.

"Indonesia ini beragam suku, beragam adat, beragam budaya kita harus saling menghormati. Kalau ada yang berbau budaya, maka pendekatannya ya budaya. Kalau keagamaan, agama apa, ya harus dilakukan pendekatan sesuai dengan agama apa yang diyakini oleh masing-masing masyarakat," tegas Khofifah di Grahadi, Senin (10/1/2022).

Oleh sebab itu apa yang dilakukan pria dalam video tersebut menurutnya adalah hal yang menyimpang dan menyinggung budaya tertentu yang memang dianut oleh masyatakat sekitar.

"Sehingga melakukan hal yang mungkin bisa menyinggung suku tertentu, yang bisa menyinggung budaya tertentu, bisa menyinggung adat istiadat tertentu, lebih bakk banyak tabayyun," tegas Khofifah.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved