Breaking News:

Berita Malang

Pamit ke Anak Pergi Berjualan Nasi, Pria Lansia asal Pakisaji Malang Ditemukan Meninggal di Halte

Pria bernama Tariyono (75) warga Perum Karangduren Permai, Desa Karangduren, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang ditemukan meninggal dunia di sebuah

Penulis: Erwin Wicaksono | Editor: Ndaru Wijayanto
Dok. Polsek Pakisaji
Pria bernama Tariyono (75) warga Perum Karangduren Permai, Desa Karangduren, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang ditemukan meninggal dunia di sebuah halte yang berlokasi di pertigaan Puskesmas Pakisaji, Selasa (11/1/2022). 

Pamit Pria Berusia 75 Tahun Meninggal di Halte Pertigaan Puskesmas Pakisaji

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Seorang pria lansia bernama Tariyono (75) warga Perum Karangduren Permai, Desa Karangduren, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang ditemukan meninggal dunia di sebuah halte yang berlokasi di pertigaan Puskesmas Pakisaji, Selasa (11/1/2022).

Kapolsek Pakisaji, AKP Sutomo menerangkan, korban ditemukan oleh warga dalam posisi terlentang.

"Awalnya saksi melihat korban dengan posisi terlentang dan sudah lemas," terang Sutomo ketika dikonfirmasi.

Selanjutnya ada salah satu saksi yang mengenali korban, dan langsung menghubungi keluarganya.

"Ada seorang saksi yang mencoba menghubungi anak korban, untuk memastikan apakah benar korban merupakan orang tuanya," jelasnya.

Baca juga: Penerbangan Banyuwangi-Sumenep Resmi Dibuka, Mengudara Dua Kali Seminggu, Segini Tarifnya

Selain menghubungi keluarga korban, saksi juga menghubungi petugas Polsek Pakisaji.

"Petugas kemudian mendatangi tempat kejadian perkara. Selanjutnya korban dievakuasi ke Puskesmas Pakisaji untuk pemeriksaan medis," ucap Sutomo.

Sutomo menuturkan, bahwa korban sehari-hari berjualan nasi di wilayah Sukun, Kota Malang.

Baca juga: Cerita Bocah SMP di Kota Batu Pernah Jual Murai Seharga Rp 70 Juta ke Penghobi Burung

"Tadi pagi sekira jam 04.30 Wib, korban berpamitan kepada anaknya untuk berangkat berjualan nasi di Sukun, Kota Malang," tutur Sutomo.

Dari kejadian ini, pihak keluarga korban telah menerima meninggalnya korban sebagai musibah. Diduga korban meninggal karena penyakit yang diderita.

"Keluarga telah menerima musibah ini sebagai takdir dan menyatakan keberatan untuk dilakukan otopsi," pungkasnya.

Baca juga: Curhat Pedagang Madyopuro keluhkan Banyak PKL Liar, Minta Pemkot Malang Lakukan Penertiban

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved