Berita Kabupaten Pasuruan

Kompak, Wartawan dan LSM Minta Penyidik Tetap Memproses Hukum Kadispendikbud Kabupaten Pasuruan

Kompak, wartawan dan LSM meminta penyidik kepolisian untun tetap memproses hukum Kadispendikbud Kabupaten Pasuruan yang diduga mengancam wartawan.

Penulis: Galih Lintartika | Editor: Dwi Prastika
Tribun Jatim Network/Galih Lintartika
Juru Bicara Aliansi Wartawan Pasuruan, Henry Sulfianto melaporkan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pasuruan, Hasbullah ke Polres Pasuruan, Kamis (20/1/2022). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Galih Lintartika

TRIBUNJATIM.COM, PASURUAN - Aliansi Jurnalis Pasuruan Bersatu (AJPB) mendatangi Polres Pasuruan, untuk meminta penyidik segera memproses kasus pernyataan kontroversial Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pasuruan, Hasbullah, Selasa (25/1/2022) siang. 

AJPB juga mempertanyakan progres pemeriksaan laporan dugaan ujaran kebencian dan ancaman yang disampaikan Hasbullah kepada wartawan dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang viral.

Koordinator Aliansi Jurnalis Pasuruan Bersatu, Henry Sulfianto, mendesak agar penyidik Polres Pasuruan mempercepat proses hukumnya.

Ia menyebut, sekalipun Hasbullah sudah meminta maaf, tapi perbuatannya yang telah melecehkan dan mengintimidasi wartawan serta LSM, tidak gugur dalam proses hukum. 

Baca juga: Dianggap Tebar Teror ke Wartawan, Kadispendikbud Kabupaten Pasuruan Dilaporkan ke Polisi

Kanit Pidum Satreskrim Polres Pasuruan, Ipda Anton Hendra menyatakan, saat ini pihaknya terus memproses perkara yang menjadi salah satu atensinya.

Disampaikannya, saat ini penyidik masih berusaha melengkapi berkas dan berencana melakukan pemanggilan para saksi. 

"Masih dalam proses pemeriksaan. Kami akan memanggil saksi-saksi atas pelaporan perkara tersebut," sambung Ipda Anton Hendra.

Di sisi lain, gabungan aktivis LSM mendesak kepada Bupati Pasuruan memberikan tindakan tegas kepada Kadispendik, Hasbullah, karena melakukan pelanggaran kode etik.

Gabungan LSM Aliansi Masyarakat Cinta Damai (AMCD), Pusaka, LIRA dan GMBI juga meminta Polres Pasuruan melanjutkan pemeriksaan dugaan ujaran kebencian dan ancaman kepada wartawan dan LSM. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved