Berita Jember

Pejabat BPBD Jember Jadi Tersangka Dugaan Pemotongan Honor Pemakaman Jenazah Covid-19  

Polisi menetapkan satu orang tersangka dalam dugaan kasus pemotongan honor relawan pemakaman Covid-19 di Kabupaten Jember. Tersangka itu adalah

Penulis: Sri Wahyunik | Editor: Januar
Humas Polres Jember
Kasatreskrim Polres Jember AKP Komang Yogi Arya Wiguna 

Laporan wartawan Tribun Jatim Network, Sri Wahyunik

TRIBUNJATIM.COM, JEMBER - Polisi menetapkan satu orang tersangka dalam dugaan kasus pemotongan honor relawan pemakaman Covid-19 di Kabupaten Jember.

Tersangka itu adalah pejabat di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember.

"Satu orang tersangka berinisial P, anggota di BPBD Jember," ujar Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Jember AKP Komang Yogi Arya Wiguna, Sabtu (29/1/2022).

P (PS) ini merujuk pada nama seorang pejabat, yakni salah satu kepala bidang di BPBD Jember. Yogi menambahkan, saat ini  pihaknya masih mendalami peran tersangka tersebut. Termasuk, apakah PS melakukan pemotongan atas inisiatif sendiri, atau atas perintah orang lain.

Baca juga: Bahayakan Pengguna Jalan, Polres Blitar Kota akan Beri Tindakan Tegas Truk ODOL

"Kami masih pendalaman, apakah pemotongan itu atas inisiatif pribadi tersangka atau atas perintah. Kami lakukan pemeriksaan berlanjut," imbuh Yogi.

Meski sudah menetapkan PS sebagai tersangka, polisi belum menahan tersangka tersebut.

Seperti diberitakan sebelumnya, Unit Tipikor Polres Jember menyelidiki dugaan pemotongan honor pemakaman jenazah Covid-19 yang diterima oleh relawan. Polisi menyelidikinya sejak Agustus 2021 lalu. Bahkan pada 1 September 2021, polisi juga menggeledah sejumlah ruangan di Kantor BPBD Jember di Jl Danau Toba, Sumbersari.

Ruangan yang digeledah antara lain ruangan Plt Kepala BPBD ketika itu M Djamil, juga ruangan Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Jember Penta Satria.

Hingga Januari 2022, pemeriksaan terhadap sejumlah saksi masih dilakukan, di antaranya kepada relawan yang honornya dipotong. "Jumlah potongan itu Rp 100.000 per Rp 1 juta. Jadi jika honornya Rp 2 juta ya dipotong Rp 200.000," ujar seorang relawan kepada Surya.

Selain memeriksa saksi, dan menyita sejumlah dokumen, polisi juga meminta keterangan dari ahli pidana dari Universitas Airlangga Prof Nur Basuki Minarno, Sabtu (18/12/2021).

Basuki Minarno berpendapat dugaan pemotongan honor relawan pemakaman jenazah covid-19 di Kabupaten Jember itu sudah memenuhi unsur adanya tindak pidana korupsi.

Ketika ditanya apakah bakal ada tersangka lain, Komang Yogi meminta wartawan menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut.

Isu honor pemakaman jenazah Covid-19 di Kabupaten Jember menjadi viral karena adanya empat orang pejabat di Pemkab Jember yang menerima honor tersebut. Keempatnya adalah Bupati Jember Hendy Siswanto, Sekretaris Daerah Jember Mirfano, Plt Kepala BPBD M Djamil, serta Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Jember Penta Satria.

Masing-masing orang menerima honor sebesar Rp 70,5 juta. Tak pelak hal itu menjadi sorotan. Akhirnya, Bupati Hendy meminta honor tersebut dikembalikan.

Namun meskipun sudah dikembalikan, proses hukum terus berjalan. Polisi yang awalnya mengumpulkan data, mendapati adanya indikasi pemotongan honor untuk relawan pemakaman jenazah Covid-19. Relawan penerima honor merupakan relawan yang mendapatkan surat tugas. Setiap orang yang mengerjakan pemakaman mendapatkan uang lelah sebesar Rp 100.000.

Namun rupanya, ada pemotongan atas honor tersebut. Beberapa orang yang diwawancarai Surya, mengaku sama yakni sama-sama dipotong meski jumlahnya beragam.

Kumpulan berita Jember terkini

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved