Berita Malang
Kasus Covid-19 di Jatim Melonjak, RS Lapangan Ijen Boulevard Malang Kembali Diaktifkan
Rumah sakit lapangan Ijen Boulevard di Kota Malang kembali diaktifkan oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mulai 9 Februari 2022 mendata
Penulis: Rifki Edgar | Editor: Ndaru Wijayanto
TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Rumah sakit lapangan Ijen Boulevard di Kota Malang kembali diaktifkan oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mulai 9 Februari 2022 mendatang.
Pengoperasian kembali RS Lapangan Ijen Boulevard ini dilakukan, setelah terjadi lonjakan kasus Covid-19 di sejumlah kota kabupaten di Jawa Timur.
Sebelum diaktifkan, Gubernur Khofifah meninjau langsung lokasi yang menjadi tempat isolasi mandiri bagi pasien Covid-19 ini.
Dia didampingi oleh Kepala RS Lapangan, dr Kohar Hari Santoso dan Sekretaris Daerah Kota Malang, Erik Setyo Santoso beserta rombongan.
"Dengan adanya kenaikan Covid-19 ini, kami harus menata kembali tempat yang bisa kami siapkan sebagai isolasi terpusat dan isolasi terpadu seperti RS Lapangan Ijen Boulevard," ucap Khofifah usai melakukan peninjauan, Sabtu (5/2/2022).
Sebelumnya, RS Lapangan Ijen Boulevard sempat dinonaktifkan pada akhir 2021 kemarin, seiring dengan melandainya kasus Covid-19 di Malang Raya dan di Jawa Timur.
Baca juga: Kejari Kota Malang Laksanakan Restorative Justice Kasus Penganiayaan di Lowokwaru
Penonaktifan ini dilakukan, karena RS Lapangan Ijen Boulevard tidak memiliki pasien Covid-19 yang melakukan isolasi mandiri.
Nantinya, RS Lapangan Ijen Boulevard Malang bakal difungsikan bagi pasien Covid-19 yang memiliki gejala ringan dan tanpa gejala.
Sedangkan untuk pasien yang memiliki gejala sedang hingga berat akan dirujuk ke Rumah Sakit Saiful Anwar Kota Malang, maupun rumah sakit rujukan Covid-19 di Kota Malang.
"Ini akan diaktifkan kembali sebagai isoter dan layanan bagi pasien Covid-19 dengan beragam varian. Insyallah Rabu depan (9/2/2022) akan direaktifasi kembali," terangnya.
Beragam sarana dan pra sarana untuk pengaktifan kembali RS Lapangan Ijen Boulevard juga telah dicek oleh Khofifah.
Baca juga: Kasus Covid-19 di Kota Malang Meningkat, UB Ancang-Ancang Luring 25 Persen dan UM Luring 50 Persen
Mantan Menteri Sosial RI itu, juga meninjau kamar pasien, yang nantinya bakal difungsikan kembali.
"Termasuk bed tadi saya lihat masih menumpuk di salah satu ruangan yang nantinya akan dipakai kembali sembari melihat jumlah kasus. Total ada 320 bed yang tersedia," ujarnya.
Khofifah juga mengimbau kepada masyarakat di Malang Raya dan di Jawa Timur khususnya agar tetap menerapkan protokol kesehatan ketat.
Dia juga meminta kepada setiap daerah di Jawa Timur, agar melakukan tracing dan testing secara berkala kepada masyarakat.