Berita Madiun

Keliling Setiap Hari di Wilayah Kabupaten Madiun, Mobil INCAR Bisa Potret 100 Pelanggaran Per Hari

Satlantas Polres Madiun menggencarkan INCAR (Integrated Node Capture Attitude Record). Program INCAR ini adalah upaya Satlantas Polres Madiun untuk

Penulis: Sri Handi Lestari | Editor: Januar
TribunJatim.com/David Yohanes
Ilustrasi pantauan pelanggaran lalu lintas 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sofyan Arif Candra

TRIBUNJATIM.COM, MADIUN - Satlantas Polres Madiun menggencarkan INCAR (Integrated Node Capture Attitude Record).

Program INCAR ini adalah upaya Satlantas Polres Madiun untuk mewujudkan kepatuhan berkendara masyarakat.

Kasatlantas Polres Madiun, AKP Firman Widyaputra mengatakan program INCAR ini merupakan pengembangan ETLE (Electronic Traffic Law Enforcement).

Bedanya, jika Etle bersifat stasioner di traffic light, INCAR bersifat mobile.

Baca juga: Buka Layanan Aduan untuk Masyarakat, WA Centre Kandani Polres Jombang Dipenuhi Laporan soal SIM

"INCAR ini mobile, jadi sistem pemotretannya menggunakan AI atau kecerdasan buatan," kata Firman, Senin (7/2/2022).

Jika ada pengendara yang tidak memakai helm, melanggar marka jalan, serta melanggar aturan lalu lintas lainnya maka sistem tersebut akan menangkap foto pelanggar.

"Kita sudah berjalan lebih kurang 7 bulan. Semakin kita gencarkan pada bulan Oktober 2021 lalu," lanjut Firman.

Mobil INCAR ini akan berkeliling di Kabupaten Madiun setiap hari Mulai dari Kecamatan Dolopo, hingga Kecamatan Saradan.

"Satu hari kita bisa memotret 100 hingga 200 pelanggar, tapi tentu kita pilah karena masih dalam trial dan error ya," jelas Firman.

Selama bulan Oktober 2021 hingga Januari 2022 Firman menyebutkan sudah ada 100 pengguna jalan yang ditilang melalui INCAR.

Ia menjelaskan, pemotretan INCAR bisa dimana saja termasuk mulai jalan nasional, kabupaten hingga desa.

"Tujuan pengetatan ini agar kesadaran masyarakat muncul kapanpun, demi keamanan masyarakat juga. Karena kalau dilihat kecelakaan ini bisa terjadi dimana saja," lanjutnya.

Lebih lanjut, Firman mengatakan penetapan denda untuk pembayaran tilang mengikuti besaran terendah.

"Kalau tertulis Rp 250 ribu memang sesuai undang-undang denda tertinggi segitu. Tapi nanti bayarnya di bank tetap 50 ribu," pungkasnya.

Kumpulan berita Madiun terkini

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved