Berita Nganjuk

Dorong Tata Kelola Pemerintahan Berbasis TIK, Pemkab Nganjuk Siapkan Program Desa Cerdas

Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Nganjuk siapkan program Smart Village atau Desa Cerdas.

Penulis: Achmad Amru Muiz | Editor: Ndaru Wijayanto
istimewa
Focus Group Discusion (FGD) digelar Diskominfo Kabupaten Nganjuk membahas tentang tata kelola Pemerintah Desa terintegrasi berbasis TIK 

TRIBUNJATIM.COM, NGANJUK - Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Nganjuk siapkan program Smart Village atau Desa Cerdas.

Hal itu sebagai upaya memberikan fasilitas tata kelola pemerintahan yang terintegrasi dan kegiatan di Desa berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK).

Kepala Diskominfo Kabupaten Nganjuk, Slamet Basuki mengatakan, salah satu unsur penting dalam pengembangan Smart Village yakni Smart Governance atau tata kelola pemerintah yang cerdas.

Sedangkan Smart Village sendiri harus memenuhi beberapa indikator. Seperti Smart Environment, Smart Economy, Smart Branding, Smart Society, maupun Smart Living.

"Dengan demikian, Smart Village merupakan segala macam kegiatan Desa berbasis TIK. Setidaknya ada empat kegiatan yang disentuh TIK, yakni pemerintahan, pembangunan, pemberdayaan masyarakat, dan pembinaan kemasyarakatan," kata Slamet Basuki dalam Focus Group Discusion (FG), kemarin.

Baca juga: Antisipasi Penyebaran Varian Omicron, Satgas Covid-19 Nganjuk Gencarkan Operasi Yustisi

Dijelaskan Slamet Basuki, untuk mewujudkan Smart Village salah satunya dengan Smart Government di Desa. Dimana Smart Government tersebut ditentukan dengan manajemen pemerintahan desa yang cerdas.

Dan Pemkab Nganjuk sendiri telah menerapkan Smart Government tersebut. Diantaranya dengan beberapa sistem tata kelola yang telah digunakan, seperti SISKEUDES, PRODESKEL, dan EPDESKEL.

"Untuk administrasi Smart Village sendiri seperti dengan menerapkan aplikasi SEDUDO Desa. Dan membangun Smart Village bukan hanya tugas Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) saja, melainkan kewajiban dari semua perangkat daerah Pemkab Nganjuk," ucap Slamet Basuki.

Sementara Plt Aspem Kesra Pemkab Nganjuk, Samsul Huda menambahkan, Kepala Desa harus mempunyai kompetensi yang cerdas menuju Smart Village tersebut. Artinya, pemanfaatan TIK merupakan keniscayaan bagi Pemerintah Desa.

Baca juga: Dispertan Nganjuk Gencar Sosialisasi Pengelolaan Pupuk Bersubsidi pada Petani

Bila dahulu hanya menjadi angan-angan, sekarang bisa diwujudkan menjadi kenyataan. Dengan didukung camat yang memberi pendampingan dan menjadi pelopornya.

"Dan kolaborasi antara Diskominfo dan Dinas PMD melalui Smart Village harus berkembang, dan menjadi Kecamatan dan Desa cerdas dengan tujuan melayani masyarakat sebaik mungkin," kata Samsul Huda.

Sedangkan Plt Kepala Dinas PMD Kabupaten Nganjuk, Tri Wahju Kuntjoro menegaskan, ada dua poin penting dalam kerja sama antara pihaknya dengan Diskominfo tersebut dalam rangka mewujudkan Smart Village.

Pertama, integrasi penyatuan aplikasi SIMANIS dengan SEDUDO. Kemudian administrasi desa bisa terintegrasi dengan data kependudukan di aplikasi SEDUDO.

"Selanjutnya pada Smart Village ada Smart Living maka keamanan lingkungan warga bisa terjaga. Misalnya dengan pemasangan CCTV di desa dengan harapan untuk menekan angka kejahatan. Apalagi program Smart Living pada Smart Village juga masuk pada program unggulan Polres Nganjuk ke depannya," tutur Tri Wahju Kuntjoro.

Baca juga: Gali Usulan Prioritas Pembangunan, Bappeda Nganjuk Gelar Musrenbang Desa, Kecamatan dan Pemkab

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved