Omicron Bahaya atau Tidak? WHO Bandingkan dengan Varian Delta, Bahaya untuk yang Tidak Divaksinasi

Omicron yang diduga sangat menular memang menyebabkan penyakit yang lebih ringan dibandingkan strain Delta, namun tetap dianggap berbahaya.

Pixabay
Varian baru virus Corona (Covid-19) Omicron. 

TRIBUNJATIM.COM - WHO memberikan penjelasan soal Omicron bahaya atau tidak.

WHO menyebut Omicron memang kurang parah dari Delta, tapi tetap bahaya untuk yang tidak divaksinasi.

Varian baru virus Corona (Covid-19) Omicron yang diduga sangat menular memang menyebabkan penyakit yang lebih ringan dibandingkan strain Delta, namun tetap dianggap sebagai varian berbahaya, terutama bagi mereka yang tidak divaksinasi.

Pernyataan ini disampaikan oleh Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus, pada Rabu kemarin.

Baca juga: Isolasi Mandiri Omicron Berapa Hari? Ketahui Kriteria Dinyatakan Sembuh dan Derajat Gejala Covid-19

Baca juga: Angka Kemiskinan Turun Drastis, Gubernur Khofifah Sebut Jatim Bebas dari Desa Tertinggal

Ilustrasi Covid-19 varian Omicron.
Ilustrasi Covid-19 varian Omicron. (Pixabay)

Dikutip dari laman Channel News Asia, Kamis (13/1/2022), ia mengatakan bahwa ada lebih dari 90 negara yang belum memenuhi target vaksinasi 40 persen dari populasi mereka dan lebih dari 85 persen orang di Afrika yang belum menerima dosis tunggal.

"Kita tidak boleh membiarkan virus ini bergerak bebas, terutama saat begitu banyak orang di seluruh dunia yang tetap tidak divaksinasi," kata Tedros.

Dalam laporan epidemiologi mingguannya pada Selasa lalu, WHO menyampaikan kasus infeksi telah mengalami peningkatan sebesar 55 persen atau 15 juta dalam sepekan hingga 9 Januari lalu dari seminggu sebelumnya.

Baca juga: Pasien Covid-19 Terus Berdatangan Ke RSDLB, Masyarakat Diminta Tetap Taat Prokes

Baca juga: Berapa Lama Vaksin Booster Mampu Melindungi Tubuh? Dilengkapi Prediksi Puncak Omicron dari Kemenkes

Sejauh ini, kasus terbanyak dilaporkan dalam satu pekan terakhir.

"Lonjakan besar dalam kasus infeksi ini didorong oleh varian Omicron, yang secara cepat menggantikan dominasi Delta di hampir semua negara," kata Tedros.

Tedros menekankan mayoritas orang yang terinfeksi Covid-19 dan dirawat di rumah sakit di seluruh dunia, ternyata tidak atau belum divaksinasi.

Jika penularan tidak dibatasi, maka ada risiko lebih besar yang akan ditimbulkan varian lainnya yang muncul yang bahkan bisa lebih menular dan lebih mematikan dibandingkan Omicron.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul WHO: Omicron Memang Kurang Parah dari Delta, Tapi Tetap Bahaya untuk yang Tidak Divaksinasi

Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved