Berita Terkini

Bertemu AHY, Buruh Sidoarjo Titip Harapan Dorong Menaker Cabut Kebijakan 'JHT Diambil Usia 56 Tahun'

Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) bertemu dengan serikat Buruh saat berkunjung ke Maspion di Gedangan Sidoarjo, Sabtu

Penulis: Bobby Constantine Koloway | Editor: Januar
TribunJatim.com/ Bobby Constantine Koloway
Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) bertemu dengan serikat Buruh saat berkunjung ke Maspion di Gedangan Sidoarjo, Sabtu (19/2/2022) 

Laporan wartawan Tribun Jatim Network, Bobbu Constantine Koloway

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) bertemu dengan serikat buruh saat berkunjung ke Maspion di Gedangan Sidoarjo, Sabtu (19/2/2022). Dalam kesempatan ini, AHY mendapatkan harapan agar mendorong Menteri Tenaga Kerja (Menaker) mencabut aturan jaminan hari tua (JHT) diambil di usia 56 tahun.

Dalam diskusi terbuka ini, 10 orang perwakilan Buruh menyampaikan berbagai masukan. "Kami belum selesai dengan kesedihan UU Cipta kerja, saat ini sudah ada aturan baru soal jaminan hari tua (JHT)," kata perwakilan serikat pekerja Karto.

"Bagaimana mungkin, itu (JHT) baru bisa diambil di usia 56 tahun? Sedangkan itu adalah uang kami sendiri," katanya.

Kepada AHY, perwakilan Buruh meminta Demokrat agar bisa memperjuangkan aspirasi ini. "Partai Demokrat selama ini konsisten untuk mendukung perjuangan Buruh, bahkan saat bersama-sama menolak UU Cipta Kerja," katanya.

Baca juga: Silaturahmi ke Rais Aam PBNU, Airlangga Hartarto Larut Doa Bersama Segera Tuntaskan Pandemi Covid-19

"Lewat Partai Demokrat, kami berharap usaha ini bisa didengar Menteri Tenaga Kerja. Kami sudah akan turun ke jalan. Namun, karena dalam kondisi pandemi, kami memilih berkirim surat ke Menaker," katanya.

Mendapatkan aspirasi tersebut, AHY siap menindaklanjuti. AHY menegaskan partainya memiliki haluan yang sama dengan serikat pekerja, menentang kebijakan Jaminan Hari Tua yang baru diambil usia 56 tahun tersebut.

"Tadi mendengar aspirasi dari serikat pekerja. Terutama, tentang JHT. Kita tahu ada Peraturan kementerian (Permenaker) nomor 2 tahun 2022 yang mengatur JHT baru bisa diambil pada usia 56 tahun," katanya.

"Saya mencoba merasakan perasaan pekerja Indonesia ini diperlakukan tidak adil. Saya sepakat, sesuatu tidak adil dan tidak logis," katanya.

Tak hanya di Surabaya, penolakan serupa juga dilakukan serikat Buruh di banyak tempat di Indonesia. Oleh karena itu, pihaknya akan menginstruksikan jajaran kader di legislatif maupun eksekutif untuk memperjuangkan harapan Buruh.

"Tugas kami sebagai penyambung lidah rakyat baik di jalur legislatif baik pusat maupun daerah. Mudah-mudahan kami bisa memperjuangkan aspirasi serikat pekerja. Ini bukan hanya dari Maspion atau Jawa Timur namun juga dari berbagai daerah," tegasnya.

Penolakan ini seharusnya bisa menjadi alarm pemerintah pusat untuk segera mencabut aturan ini. "Saya baru kembali datang dari Makassar, juga merasakan hal yang sama (menolak)," katanya.

"Mereka marah, kecewa, sedih, tentunya memohon pertolongan dan keadilan. Inilah tugas kita. Kami siap memperjuangkan dan mencari keadilan," katanya.

Sebelumnya, Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah, menegaskan bahwa Permenaker Nomor 2 Tahun 2022 soal Jaminan Hari Tua (JHT) sudah melalui proses rembuk dengan berbagai pihak, termasuk dengan DPR RI.

Ida Fauziyah berujar Permenaker Nomor 2 Tahun 2022 dibentuk atas dasar rekomendasi dan aspirasi berbagai stakeholder yang mendorong pemerintah menetapkan kebijakan yang mengembalikan program JHT sesuai dengan fungsinya sebagaimana diamanatkan oleh UU No. 40 Tahun 2004 tentang SJSN.

Menaker juga mengatakan bahwa Permenaker 2/2022 merupakan hasil pokok-pokok pikiran Badan Pekerja Lembaga Tripartit Nasional pada 18 November 2021.

Adapun agenda pembahasan mengenai perubahan Permenaker Nomor 19 Tahun 2015 tentang Tata Cara dan Persyaratan Pembayaran Manfaat Jaminan Hari Tua. (bob)

Kumpulan berita Jatim terkini

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved