Virus Corona

Aturan Baru Vaksinasi Booster Lansia, Lebih Cepat: Minimal 3 Bulan Setelah Vaksinasi Dosis Lengkap

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menerbitkan ketentuan baru pemberian vaksin booster bagi kelompok lansia. Ini penjelasan Siti Nadia Tarmizi.

Editor: Hefty Suud
Istimewa/TribunJatim.com
Vaksinasi Covid-19 dosis ketiga sebagai booster alias penguat dengan menggunakan vaksin Moderna, yang disuntikkan untuk tenaga kesehatan di Banyuwangi, Selasa (10/8/2021). 

TRIBUNAJTIM.COM - Aturan pemberian vaksin booster atau vaksin Covid-19 dosis ketiga bagi kelompok lansia berusia di atas 60 tahun. diperbarui. 

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menerbitkan ketentuan baru, interval waktunya lebih cepat.

Jika sebelumnya vaksinasi booster diberikan minimal 6 bulan setelah penyuntikan dosis kedua.

Kini, penyuntikan dosis vaksin booster atau lanjutan bagi lansia bisa diberikan minimal 3 bulan setelah menerima vaksinasi dosis lengkap.

Aturan baru ini tertuang dalam Surat Edaran Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Nomor SR.02.06/II/1123/2022 tentang Penyesuaian Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 Dosis Lanjutan (Booster) bagi Lansia.

Saat dikonfirmasi, juru bicara vaksinasi Covid-19, Siti Nadia Tarmizi membenarkan adanya ketentuan baru tersebut.

"Iya, benar," ujar Nadia, saat dihubungi Kompas.com, Rabu (23/2/2022) pagi.

Adapun SE ini merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Nomor HK.02.02/II/252/2022 tentang Vaksinasi Covid-19 Dosis Lanjutan (Booster) pada 12 Januari 2022 serta rekomendasi dari Komite Penasihat Ahli Imunisasi Nasional No ITAGI/SR/5/2022 yang dikeluarkan pada 21 Februari 2022.

Baca juga: Stok Vaksin Booster AstraZeneca di Kota Malang Masih Aman, Jenis Pfizer dan Moderna Habis

Baca juga: Antibodi Vaksin Booster Menurun Setelah 4 Bulan seusai Suntik Dosis Ketiga, Benarkah? Cek Penjelasan

Ilustrasi vaksinasi Covid-19.
Ilustrasi vaksinasi Covid-19. (Pixabay)

Jenis vaksin yang digunakan untuk booster

Adapun kombinasi regimen vaksin yang digunakan untuk vaksinasi booster lansia bisa secara homolog dan heterolog dengan menyesuaikan ketersediaan vaksin di masing-masing daerah.

Nadia menekankan, pada prinsipnya, seluruh jenis vaksin yang telah mendapatkan EUA dari BPOM serta rekomendasi dari ITAGI, bisa digunakan untuk percepatan vaksinasi booster lansia.

Namun, karena vaksin Sinovac jumlahnya terbatas dan diperuntukkan bagi sasaran anak usia 6-11 tahun, maka untuk booster ini dapat menggunakan vaksin selain Sinovac.

Ilustrasi jenis vaksin booster. Satu di antaranya Zifivax.
Ilustrasi jenis vaksin booster. Satu di antaranya Zifivax. (SHUTTERSTOCK/myboys.me via KOMPAS.com)

Ditekankan agar percepatan vaksinasi booster lansia berjalan beriringan dengan vaksinasi primer.

Pelaksanaannya juga harus merata di seluruh Indonesia, mengingat masih ada beberapa daerah yang cakupan vaksinasi keduanya di bawah 70 persen dari populasi.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved