Ramadan 2022

Syarat Mudik Lebaran 2022 bagi Warga Belum Vaksin Booster, Ada Posko Vaksin Covid-19 Dosis Ketiga?

Presiden Joko Widodo perbolehkan mudik Lebaran 2022, asal sudah vaksin booster. Ada syarat mudik khusus bagi warga belum vaksin Covid-19 dosis ketiga.

Editor: Hefty Suud
Istimewa/TribunJatim.com/PT KAI Daop 7 Madiun
PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) memperpanjang masa berlaku surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR untuk syarat naik kereta api jarak jauh, Minggu (31/10/2021). 

TRIBUNJATIM.COM - Ramadan 2022 ini masyarakat diperbolehkan mudik Lebaran, asalkan sudah vaksin booster

Hal tersebut disampaikan oleh Presiden Joko Widodo, dalam konferensi pers daring pada Rabu (23/3/2022).

Pemerintah mengizinkan masyarakat mudik Lebaran 2022, asalkan sudah divaksin booster atau mendapatkan vaksin Covid-19 dosis ketiga.

“Bagi masyarakat yang ingin melakukan mudik Lebaran juga dipersilakan. Dengan syarat sudah mendapatkan dua kali vaksin dan satu kali booster serta tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat,” katanya, dikutip dari kanal YouTube Sekretariat Presiden, via Kompas.com.

Lantas apakah masyarakat yang belum vaksinasi booster dilarang mudik Lebaran 2022? 

Berikut penjelasan lengkap soal mudik Lebaran 2022, melansir dari Kompas.com:

Baca juga: Cara Daftar Vaksin Booster untuk Syarat Mudik Lebaran 2022, Ada Pesan dari Presiden Joko Widodo

Baca juga: Link Streaming Sidang Isbat 1 Ramadhan 1443 H, Kemenag akan Umumkan Kapan Awal Puasa Ramadan 2022?

Syarat mudik bagi masyarakat yang belum vaksinasi booster

Adapun masyarakat yang belum mendapat vaksinasi booster, tak perlu khawatir.

Pasalnya, pemerintah juga tidak melarang untuk melakukan perjalanan mudik asal dengan syarat.

Berikut syarat mudik bagi masyarakat yang belum vaksinasi booster.

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi mengatakan, masyarakat tetap boleh mudik Lebaran meski belum divaksin booster.

Siti Nadia Tarmizi, Juru Bicara Vaksinasi Kementerian Kesehatan (Kemenkes), menjelaskan munculnya varian baru Covid-19 bisa melalui dua cara yakni dibawa pelaku perjalanan dan melalui mutasi.
Siti Nadia Tarmizi, Juru Bicara Vaksinasi Kementerian Kesehatan (Kemenkes), menjelaskan munculnya varian baru Covid-19 bisa melalui dua cara yakni dibawa pelaku perjalanan dan melalui mutasi. (Tangkap Layar Youtube Sekretariat Presiden)

“Iya, boleh (mudik),” katanya saat dikonfirmasi Kompas.com, Kamis (24/3/2022) malam.

Namun berbeda dengan masyarakat booster yang diloloskan begitu saja, masyarakat vaksin dosis pertama dan kedua harus memenuhi syarat sebagai berikut:

  • Pemudik dengan vaksinasi dosis kedua (dosis lengkap), diwajibkan melampirkan hasil negatif dari tes antigen.
  • Pemudik dengan vaksinasi dosis pertama, diwajibkan melampirkan hasil negatif dari tes PCR (polymerase chain reaction).
  • Serta syarat yang harus senantiasa dipatuhi seluruh pemudik, yakni tetap menerapkan protokol kesehatan dengan ketat.

Sementara mengenai jarak waktu pengambilan sampel untuk tes PCR maupun antigen, Nadia mengatakan masih dalam pembahasan.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved