Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Ramadan 2022

Benarkah Mencicipi Makanan di Bulan Ramadan Bisa Membatalkan Puasa? ini Penjelasan Hukumnya

Satu di antara hal yang sering dipertanyakan ketika puasa Ramadan adalah mencicipi makanan. Benarkah, bisa buat batal puasa?

Food & Wine Magazine
Ilustrasi memasak di Bulan Ramadan. 

TRIBUNJATIM.COM - Satu di antara hal yang sering dipertanyakan ketika puasa Ramadan adalah mencicipi makanan.

Benarkah, mencicipi makanan bisa membatalkan puasa?

Simak penjelasan hukumnya berikut ini dilansir dari Tribun Jakarta, Senin (11/4/2022).

Adapun mencicipi makanan saat puasa ini bisa dilakukaan saat wanita atau para ibu memasak dan khawatir rasa masakannya tidak pas atau tidak sesuai.

Jika mencicipi makanan ini berdampak kepada amanah atau kepercayaan dari orang lain, tentu saja ini akan menjadi masalah yang lebih besar lagi.

Baca juga: 5 Amalan Pengganti Bagi Wanita Haid di Bulan Ramadan, Beri Makan Orang Puasa hingga Dzikir

Dalam hukum islam, tentu Allah tidak hendak mempersulit dan membuat manusia menjadi susah dalam hidupnya.

Termasuk dalam berpuasa dan kaitannya dengan melaksanakan aktivitas dalam keseharian.

Mencicipi makanan tentunya harus diperhatikan agar tidak menjadi masalah dalam puasa kita.

Persoalan dalam hal ini tentu saja akan ada perbedaan pendapat ulama.

Hal ini dikarena puasa harus sesuai dengan syarat sah puasa Ramadan, rukun puasa Ramadan, serta puasa Ramadan dan cara pelaksanaannya.

Walaupun ada perbedaan pendapat namun hal ini bisa kita pahami bersama dengan dalil yang ada.

Berikut penjelasan yang berkaitan dengan puasa, dan beberapa dalil yang memperbolehkan mencicipi makanan untuk suatu yang dibutuhkan:

Baca juga: 4 Hal Sering Dikira Bisa Batalkan Puasa di Bulan Ramadan, Ketahui Agar Puasa Tetap Bernilai Pahala

Dalil yang Memperbolehkan Mencicipi Makanan

Puasa adalah sebagai pelatihan kita mengelola hawa nafsu, diri, dan ibadah kita maka ini menjadi dasar dalam menjawab persoalan mencicipi makanan.

Selagi mencicipi makanan memang dibutuhkan untuk suatu yang maslahat dan bukan dalam rangka melampiaskan hawa nafsu maka ini bukan sesuatu yang bertentangan.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved