Berita Kota Blitar

Gelar Sidak, TKP2MO Minta Pengelola Toko di Kota Blitar Tarik Sementara Penjualan Kinder Joy

Gelar sidak, Tim Koordinasi Pengawasan Pembinaan Makanan dan Obat (TKP2MO) minta pengelola toko di Kota Blitar tarik sementara penjualan Kinder Joy.

Penulis: Samsul Hadi | Editor: Dwi Prastika
Tribun Jatim Network/Samsul Hadi
Tim Koordinasi Pengawasan Pembinaan Makanan dan Obat (TKP2MO) Kota Blitar dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengawasi peredaran produk cokelat Kinder Joy saat melakukan sidak di empat toko di Kota Blitar, Kamis (14/4/2022).  

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Samsul Hadi

TRIBUNJATIM.COM, BLITAR - Tim Koordinasi Pengawasan Pembinaan Makanan dan Obat (TKP2MO) Kota Blitar dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengawasi peredaran produk cokelat Kinder Joy saat melakukan sidak di empat toko di Kota Blitar, Kamis (14/4/2022). 

Dari empat toko yang didatangi, petugas masih mendapati peredaran makanan cokelat Kinder Joy di dua toko.

Petugas meminta pemilik toko untuk menarik produk Kinder Joy dari peredaran, dan disimpan terlebih dulu. 

"Kamu juga memantau peredaran Kinder Joy. Ternyata masih ditemukan produk Kinder Joy dipasarkan di dua toko," kata Kabid Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Blitar, Agus Sabtoni.

Agus Sabtoni mengatakan, petugas melakukan pendekatan ke pemilik toko agar produk Kinder Joy disimpan dahulu, sambil menunggu hasil penyelidikan dari BPOM. 

Kami minta produk Kinder Joy disimpan dulu sambil menunggu informasi dari BPOM," ujarnya. 

Petugas BPOM Kediri, Ika Dian mengatakan, kini BPOM masih melakukan sampling dan pengujian terhadap produk cokelat Kinder Joy.

"Kami yang di daerah, diminta menginformasikan ke toko, retail, dan swalayan agar produk diturunkan lebih dulu sampai ada prescon dari BPOM," katanya.

Seperti diketahui, BPOM menghentikan peredaran Kinder Joy untuk sementara waktu pada Senin (11/4/2022).

Sebelum Indonesia, produk cokelat Kinder Joy sudah ditarik dari peredaran di 10 negara karena kekhawatiran terkontaminasi bakteri salmonella.

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved