Berita Blitar

Detik-detik Kenek Truk di Blitar Terjepit Selama 20 Menit seusai Sruduk Pohon Asam

Kecelakaan truk yang menabrak pohon Asam di tepi jalan raya Malang-Blitar, membuat kernetnya, Lestari (29), harus ditolong dengan paksa.

Penulis: Imam Taufiq | Editor: Januar
TribunJatim.com/ Imam Taufiq
Truk menabrak pohon asam, kernetnya terjepit hingga 20 menit kemudian berhasil dievakuasi. 

Laporan wartawan Tribun Jatim Network, Imam Taufiq

TRIBUNJATIM.COM, BLITAR -Kecelakaan truk yang menabrak pohon asam di tepi jalan raya Malang-Blitar, membuat kernetnya, Lestari (29), harus ditolong dengan paksa. Sebab, tubuh pria asal Desa Ngebruk, Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang ini terjepit bodi depan truk itu, yang ringsek setelah menabrak pohon Asam yang ada di depan penginapan, yang ada di Dusun Darungan, Desa/Kecamattan Selorejo, Rabu (13/4) malam.

Namun, berkat kesigapan dari Subandi (51), sopir truk tronton itu, Lestari berhasil diselamatkan meski sempat terjebak di dalam cabin kemudi selama 20 menit.

Selama 20 menit terjepit bodi truk yang ringsek itu, ia terus merintiih kesakitan. Sebab, bukan hanya kedua kakinya terjepit bodi namun juga diperkirakan muka dan tubuhnya terkena pecahan kaca depan, yang hancur berantakan.

Namun, mendekati TKP, truk tronton nopol AG 2508 DJ itu berpapasan dengan bus yang melaju dari arah timur (Malang). Pengakuan si sopir tronton itu, entah apa yang terjadi karena tak mendahului.

Baca juga: Nasib Pasukan Cakrabirawa yang Kabur ke Thailand demi Hindari Siksaan, Tak Sudi Kembali ke Indonesia

Kendaraan lainnya, bus yang tak diketahui identitasnya melaju dengan kencang dan terlalu mengambil jalur ke kanan. Akibatnya, sopir tronton itu kaget dan langssuung membanting truknya ke kiri, demi menghindari adu banteng dengan bus itu.

"Pengakuannya, ia kaget karena tak menyangka kalau bus itu terlalu mengambil haluan ke kanan," tuturnya.
Begitu juga si sopir truknitu, mungkin karena terlalu membanting kemudinya ke kiri, sehingga berakibat fatal.

Tronton itu menghantam pohon asam hingga bodi depan sebelah kiri 'menancap' di pohon yang ada di depan penginapan itu. Namun, jika tak menghantam pohon itu bisa jadi laju truk itu kian liar dan kerugian yang dialami bisa makin parah.

"Begitu menghantam pohon asam, bukan hanya terdengar suara benturan keras namun kernet itu langsung menjerit keras. Sebab, yang menghantam pohon itu bodi sebelah kirinya, tepat di depan tempat duduk si kenet itu," paparnya.

"Pengakuannya, ia kaget karena tak menyangka kalau bus itu terlalu mengambil haluan ke kanan," tuturnya.
Begitu juga si sopir truk itu, mungkin karena terlalu membanting kemudinya ke kiri, sehingga berakibat fatal. Truk itu menghantam pohon asam hingga bodi depan sebelah kiri 'menancap' di pohon yang ada di depan penginapan itu. Namun, jika tak menghantam pohon itu bisa jadi laju tronton itu kian liar dan kerugian yang dialami bisa makin parah.

"Begitu menghantam pohon asam, bukan hanya terdengar suara benturan keras namun kenet itu langsung menjerit keras. Sebab, yang menghantam pohon itu bodi sebelah kirinya, tepat di depan tempat duduk si kernet itu," paparnya.

Meski baru saja mengalami kejadian seperti itu, namun sopir truk itu langsung turun dan mencari bantuan. Namun, karena jauh dari perkampungan sehingg tak menemukan warga dan akhirnya mengetuk pintu penginapan itu. Setelah mendapat pinjaman lingis, akhirnya si sopir itu mencukit pintu sebelah kiri karena sudah lengket dengan bodi lainnya. Di saat sopirnya berusaha membuka pintu, sssi kenet terus merintih kesakitan.

"Sekitar 20 menit kemudian, kenet itu berhasil dievakuasi dan langssung ddilarikan ke rumah sakit," pungkasnya. (fiq)

Kumpulan berita Blitar terkini

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved