Ramadan 2022

Apakah Malam Lailatul Qadar itu? Inilah Tanda-tanda, Waktu Pelaksanaan dan Doa Malam Lailatul Qadar

Malam Lailatul Qadar terdapat pada 10 hari terakhir Ramadan. Lantas, apakah malam Lailatul Qadar itu?

SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ
ITIKAF - Umat muslim membaca Alquran saat itikaf di Masjid Al Akbar Surabaya, Rabu (6/6) dini hari. Menginjak malam 21 Ramadan, Masjid Al Akbar Surabaya menggelar acara ibadah qiyamul lail, untuk memperoleh berkah Lailatul Qadar. 

TRIBUNJATIM.COM - Satu di antara malam yang paling ditunggu di Bulan Ramadan adalah malam Lailatul Qadar.

Adapun malam Lailatul Qadar terdapat pada 10 hari terakhir Ramadan.

Lantas, apakah malam Lailatul Qadar itu?

Simak penjelasannya dilansir dari Tribunnews, Jumat (22/4/2022).

Baca juga: Itikaf Kapan Dilaksanakan? Amalan Ibadah untuk Dapat Malam Lailatul Qadar, Ketahui Syarat dan Rukun

Melansir Tribunnews, Dosen UIN Raden Mas Said Surakarta, Dr H Baidi MPd mengatakan, ayat yang menjelaskan Lailatul Qadar ada dalam Surat Al Qadr.

اِنَّآ اَنْزَلْنٰهُ فِيْ لَيْلَةِ الْقَدْرِ
innā anzalnāhu fī lailatil-qadr
Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Alquran) pada malam qadar.

وَمَآ اَدْرٰىكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِۗ
wa mā adrāka mā lailatul-qadr
Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu?

لَيْلَةُ الْقَدْرِ ەۙ خَيْرٌ مِّنْ اَلْفِ شَهْرٍۗ
lailatul-qadri khairum min alfi syahr
Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan.

تَنَزَّلُ الْمَلٰۤىِٕكَةُ وَالرُّوْحُ فِيْهَا بِاِذْنِ رَبِّهِمْۚ مِنْ كُلِّ اَمْرٍۛ
tanazzalul-malā`ikatu war-rụḥu fīhā bi`iżni rabbihim, ming kulli amr
Pada malam itu turun para malaikat dan Ruh (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur semua urusan.

سَلٰمٌ ۛهِيَ حَتّٰى مَطْلَعِ الْفَجْرِ
salāmun hiya ḥattā maṭla'il-fajr
Sejahteralah (malam itu) sampai terbit fajar.

Baca juga: Cara Meraih Malam Lailatul Qadar Ramadan 2022, Ustadz Adi Hidayat Ungkap Rahasia: Laksanakan Qiyam

Ayat ini, lanjut Baidi, memberikan pemahaman kepada umat Islam, di dalam Bulan Ramadan, ada satu malam mulia yang disebut dengan Lailatul Qadar.

"Kebaikan dan pahala yang diberikan kepada orang yang melaksanakan ibadah pada waktu Lailatul Qadar lebih baik dari 1000 bulan atau 84 tahun," ujar dia dalam video Tanya Ustaz Tribunnews.com.

Ada amalan sunnah yang dituntunkan Rasulullah SAW pada 10 hari terakhir Ramadan, yaitu itikaf.

"Kencangkan ikat pinggang, jauhkan tempat tidur, jauhkan berbagai godaan dunia untuk menyambut Lailatul Qadar," sambung Baidi.

Dalam berbagai riwayat sebagaimana hadis Rasulullah SAW, Lailatul Qadar terjadi pada 10 hari terakhir Ramadan.

Lailatul Qadar
Lailatul Qadar (halaltrips.com)

Lantas, Lailatul Qadar jatuh pada malam ke berapa?

Baidi bilang, tidak ada penjelasan kapan atau malam ke berapa waktu Lailatul Qadar.

Namun, di antara para ulama memberikan sejumlah pendapat atau gambaran.

Jika awal Ramadhan jatuh pada hari Minggu atau Rabu, maka Lailatul Qadar jatuh pada malam 29.

Sementara itu, bila puasa Ramadhan dimulai pada hari Senin, maka Lailatul Qadar jatuh pada malam 21.

Jika puasa diawali pada hari Selasa atau Jumat, maka Lailatul Qadar jatuh pada malam 27.

Sementara puasa yang dimulai hari Kamis, Lailatul Qadar jatuh pada malam 25.

Begitu juga jika puasa diawali hari Sabtu, maka Lailatul Qada jatuh pada malam 23.

Demikian dikatakan Syekh Abul Hasan As-Syadzili sebagaimana disebut dalam I'anatut Thalibin juz 2, hal. 257.

Diketahui, Syekh Abu Hasan semenjak baligh selalu mendapatkan Lailatul Qadar dan menyesuaikan dengan kaidah ini.

Baidi melanjutkan, sebenarnya tidak ada penjelasan tegas dari agama terkait indikator atau tanda terjadinya malam Lailatul Qadar.

"Namun, dalam beberapa riwayat dijelaskan secara alamiah."

"Artinya, kondisi alam, turunnya Lailatul Qadar pada pagi hari atau malam hari ditandai dengan cuaca yang sangat tenang," ujar dia.

Selain itu, udara segar, sinar matahari pada pagi hari cukup cerah dan tidak panas, dan lainnya bisa menjadi tanda-tanda datangnya Lailatul Qadar.

Baca juga: 5 Ciri Orang Dapat Lailatul Qadar, Amalan 10 Hari Terakhir Ramadan, Malam Lebih Baik dari 1000 Bulan

Bagaimana sikap umat Islam terkait malam Lailatul Qadar?

Baidi bilang, karena Lailatul Qadar merupakan kodrat atau rahasia Allah SWT, maka umat Islam dianjurkan untuk menyambut malam Lailatul Qadar.

"Dianjurkan kepada kita, pada 10 hari terakhir bulan Ramadhan terutama pada malam-malam ganjil, kita diperintahkan, disunnahkan Rasulullah SAW untuk menyongsong malam Lailatul Qadar," ucapnya.

Adapun amalan yang bisa dilakukan adalah memperbanyak itikaf, zikir, dan istighfar.

"Semoga 10 hari terakhir pada bulan Ramadhan, kita mendapat Lailatul Qadar sebagaimana dijanjikan Allah SWT."

"Kepada umat Islam seluruhnya, mari kita berusaha meraih satu karunia Allah SWT yang luar biasa, dalam waktu satu tahun."

"Terutama di Bulan Ramadan, terutama di 10 hari terakhir, terutama pada satu malam Lailatul Qadar," katanya.

Baca juga: Itikaf Dimulai Jam Berapa? Simak Tata Cara Itikaf yang Benar pada 10 Hari Terakhir Ramadan 1443 H

Doa Malam Lailatul Qadar

Dikutip dari baznas.go.id, berikut doa malam Lailatul Qadar:

اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ كَرِيمٌ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّى

Allohumma Innaka Afuwwun Kariim Tuhibbul Afwa Fa`fuanna

Artinya:

"Ya Allah, sesungguhnya Engkau Zat Maha Pengampun lagi Maha Pemurah, senang pada ampunan, maka ampunilah kami, wahai Zat yang Maha Pemurah."

Artikel lainnya seputar Ramadan 2022 lainnya

Informasi lengkap dan menarik lainnya di GoogleNews TribunJatim.com

Sumber: Tribunnews.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved