Berita Batu

Sering Banjir saat Hujan Deras, Kali Paron Batu Diusulkan DPRD Dilakukan Normalisasi

Kali Paron yang terletak di Desa Bumiaji selalu banjir setiap kali hujan deras mengguyur Kota Batu. Air meluap menggenai jalan dan lahan pertanian

Penulis: Benni Indo | Editor: Januar
TribunJatim.com/ Benni Indo
Banjir disertai luapan lumpur menggenangi rumah warga dampak dari meluapnya air di Kali Paron. 

Laporan wartawan Tribun Jatim Network, Benni Indo

TRIBUNJATIM.COM, BATU - Kali Paron yang terletak di Desa Bumiaji selalu banjir setiap kali hujan deras mengguyur Kota Batu. Air meluap menggenai jalan dan lahan pertanian. Dalam sejumlah kasus tertentu, air merengsek masuk ke rumah warga.

Terbaru, luapan air Kali Paron dengan material lumpur membanjiri 15 rumah warga sekitar. Tak hanya itu, SDN Bulukerto 3 juga terimbas dampaknya. Sejumlah ruangan terendam lumpur.

Sebelum pandemi, Kali Paron bukan tempat langganan banjir. Banjir di tempat ini sering terjadi belakangan. Ketua Komisi C DPRD Kota Batu Khamim Tohari berpendapat perlu menormalisasi sungai.

Komisi C telah membuat sejumlah agenda pertemuan dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas PUPR, termasuk BPBD. Khamim mengatakan, pembicaraan mengenai kondisi Kali Paron sangat penting dibahas karena berdampak langsung terhadap masyarakat.

Baca juga: Kecelakaan Kapal Sabuk Nusantara 91, Terungkap Kronologi Awal Insiden, Terdengar Ledakan Keras

"Sangat penting untuk dibicarakan agar kekhawatiran masyarakat bisa hilang. Kali Paron menurut saya memang perlu harmonisasi," paparnya.

Normalisasi rencananya akan dianggarkan pada P-APBD 2022 atau PAK atau paling tidak bisa dialokasikan pada dana Belanja Tak Terduga (BTT). Selain itu, upaya yang juga harus dimaksimalkan butuh peran dari masyarakat untuk tidak membuang sampah di sungai.

''Saya kira peran masyarakat juga penting untuk merawat sungai. Minimal jangan buang sampah sembarangan dan kerja bakti pembersihan harus diaktifkan,'' paparnya.

Kepala BPBD Kota Batu, Agung Sedayu menuturkan jika saat ini Kali Paron sering banjir karena dampak dari terlalu banyak sampah. Solusi normalisasi juga sudah kerap direkomendasikan untuk mencegah luapan air sungai ini. Sebenarnya, kata dia, normalisasi sudah dilakukan bahkan sampai menurunkan alat berat.

''Memang harus dilakukan normalisasi sungai lebih dalam lagi, bersinergi dengan DPUPR dan DLH,'' jelasnya.

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved