Berita Kota Batu

Langgar Aturan Kajian Lingkungan, 18 Pelaku Usaha Kuliner di Kota Batu Diberi Sanksi Administratif

Dinas Lingkungan Hidup Kota Batu memberikan peringatan dan sanksi administrasi kepada 18 tempat usaha kuliner.

Penulis: Benni Indo | Editor: Ndaru Wijayanto
TRIBUNJATIM.COM/BENNI INDO
Kepala DLH Kota Batu, Aries Setiawan mengatakan telah memberikan sanksi administratif kepada 18 pelaku usaha kuliner di Kota Batu berkaitan dengan pelanggaran pengelolaan lingkungan hidup, salah satunya pengelolaan limbah. 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Benni Indo

TRIBUNJATIM.COM, BATU - Dinas Lingkungan Hidup Kota Batu memberikan peringatan dan sanksi administrasi kepada 18 tempat usaha kuliner.

Sanksi ini diberikan karena pelaku usaha kuliner tersebut melanggar aturan mengenai kajian lingkungan hidup, salah satunya tidak menyediakan instalasi pengelolaan air limbah.

Kepala DLH Kota Batu, Aries Setiawan bertanya-tanya, pasalnya padahal saat mengurus perizinan sudah tercantum apa saja yang harus dipenuhi. Salah satunya menyediakan instalasi pengelolaan air limbah (IPAL). 

"Sebelum mekan sanksi, kami sudah dua kali melayangkan peringatan namun diabaikan sehingga diganjar sanksi administrasi," terang Aries.

Pengelola tempat usaha harus berbenah, jika ditemukan ketidaksinkronan penempatan titik penataan sanksi lebih berat menanti. Tenggat waktu pembenahan maksimal enam bulan. 

Baca juga: Kisah Pilu Pemudik Lamongan-Sidoarjo, Motor Mendadak Terbakar saat Sudah Dekat dari Rumah di Medaeng

Baca juga: BREAKING NEWS - Belasan Anak Jatuh Akibat Seluncuran Kolam Renang Kenjeran Park Surabaya Ambrol

"Kalau tidak dipenuhi oleh pengelola usaha, maka sanksi dinaikkan menjadi pemaksaan. Jika masih melanggar maka muaranya pencabutan izin usaha," tutur dia.

DLH memonitoring tempat usaha berkaitan penyelenggaraan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup. Ada 17 sektor usaha yang dimonitor  secara tidak langsung. Sedangkan pengawasan secara langsung sebanyak 42 sektor usaha.

"Pada 2021 target kami mengawasi 50 pelaku usaha. Pengawasan agar tidak melanggar titik penataan lingkungan hidup. Realisasinya, ada 59 tempat usaha yang dapat kami pantau," urai dia.

Pada tahun 2022 ini, DLH menambah tenaga pengawas sebanyak tujuh orang. Tahun sebelumnya, hanya ada satu pengawas saja. Tambahan pengawas ini seiring meningkatnya kebutuhan.

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved