Ramadan 2022
Bayar Utang Puasa Ramadan atau Puasa Syawal 6 Hari Dulu? Berikut Penjelasan Menurut Para Ulama
Simak penjelasan mengenai puasa syawal dan puasa qadha berikut ini, mana kiranya yang harus didahulukan?
TRIBUNJATIM.COM - Setelah merayakan hari kemenangan yakni Hari Raya Idul Fitri, umat Islam dianjurkan untuk tidak lupa membayar utang puasa Ramadan 2022.
Namun pertanyaannya mana yang harus dilakukan terlebih dahulu, puasa syawal 6 hari atau bayar utang puasa Ramadan?
Hukum puasa Syawal selama enam hari di bulan Syawal adalah sunah.
Pahala puasa Syawal setara dengan puasa selama setahun.
Adapun ketentuan puasa Syawal yakni dimulai dari tanggal 2 Syawal.
Puasa Syawal boleh dilakukan secara berurutan atau berseling hari, yang penting masih di bulan Syawal.
Lantas, sebaiknya membayar utang puasa Ramadan atau puasa Syawal dulu?
Baca juga: Sejarah Lebaran Ketupat 8 Syawal Setelah Puasa 6 Hari, Makna dalam Bahasa Indonesia dan 4 Sisinya
Baca juga: Arti Qurrota A’yun Beserta Penjelasan Secara Bahasa dan Doa Agar Diberi Keturunan yang Qurrota A’yun
Dilansir laman bali.kemenag.go.id, menurut para ulama sebagai berikut:
"Jika seseorang tidak berpuasa di bulan Ramadan karena ada udzur, misalnya karena sakit atau karena haid, maka boleh langsung berpuasa enam hari di bulan Syawal."
"Adapun bagi orang yang sengaja tidak berpuasa di bulan Ramadan, padahal tidak ada udzur, maka haram baginya berpuasa enam hari di bulan Syawal sebelum mengganti puasa Ramadan yang ditinggalkannya."
Disebutkan dalam kitab Hasyiatul Jamal'ala Syarh Al-Minhaj:
"Jika seseorang sengaja tidak melakukan puasa Ramadan, maka haram baginya melakukan puasa enam hari bulan Syawal, selain (mengganti) puasa Ramadan. Hal ini karena dia wajib mengganti puasa Ramadan dengan segera."

Baca juga: Potret Anak Artis Buka Puasa di Warung Kaki Lima, Padahal Harta Ayah Rp 11 Miliar, Gaya Sederhana
Baca juga: Menu Diet Kentang Selama 3 Hari, Ampuh Bikin Berat Badan Menyusut, Sumber Karbohidrat Pengganti Nasi
Dikutip dari laman sumsel.kemenag.go.id, sebaiknya orang yang memiliki utang puasa Ramadan membayarnya di bulan Syawal.
Sehingga, mempercepat proses pembebasan dirinya dari tanggungan utangnya tersebut.
Kemudian, dilanjutkan dengan enam hari puasa di bulan Syawal yang berarti dia telah melakukan amal perbuatan yang tidak ada batasnya hingga maut menjemputnya.
Allah SWT berfirman: “Dan sembahlah Tuhanmu sampai datang kepadamu yang diyakini (ajal).” (QS Al-Hijr: 99).
Dengan demikian, utang puasa Ramadan dibayar terlebih dahulu sebelum menunaikan puasa Syawal.
Setelah mengganti puasa Ramadan, bisa dilanjutkan dengan melaksanakan puasa enam hari di bulan Syawal.
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com
Baca berita terkait Ramadan 2022 lainnya
Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com