Berita Jatim

192.916 Kendaraan Pelanggar Lalu Lintas Dikenai Sanksi Janur Kuning dari Polda Jatim

192.916 kendaraan pelanggar lalu lintas dikenai sanksi janur kuning dari Polda Jatim, inovasi tersebut berhasil menekan angka kecelakaan.

Penulis: Luhur Pambudi | Editor: Dwi Prastika
TribunJatim.com/Luhur Pambudi
Sejumlah motor dikenai sanksi janur kuning saat momen arus mudik dan balik Lebaran, selama Operasi Ketupat Semeru 2022, sejak Senin (25/4/2022) hingga Senin (9/5/2022). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Luhur Pambudi

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Selama Operasi Ketupat Semeru 2022 dalam kurun waktu 12 hari, sejak Senin (25/4/2022) hingga Senin (9/5/2022), ada 192.916 kendaraan yang dikenai sanksi teguran pemasangan janur kuning oleh polisi lalu lintas.

Janur kuning itu dipasang pada spion kendaraan para pemudik yang kedapatan melakukan pelanggaran ketertiban lalu lintas, selama masa mudik dan balik Lebaran 2022.

Pemasangan janur kuning tersebut diartikan sebagai jenis penindakan represif edukatif yang sengaja diterapkan Ditlantas Polda Jatim, selama berlangsungnya Operasi Ketupat Semeru 2022.

Pemberian sanksi bermuatan edukatif tersebut, dimaksudkan agar pengendara yang terbukti melanggar, semakin mawas diri untuk meningkatkan kedisiplinan selama melintas di jalanan. 

Sekaligus, memberikan pemberitahuan kepada pengendara lain untuk lebih waspada, tatkala menjumpai pengendara dengan tanda janur kuning yang menempel di komponen spion kendaraannya. 

Catatan Ditlantas Polda Jatim, ada tiga polres dengan penindakan terbanyak selama operasi. 

Pertama, Polres Bangkalan, dengan 80.739 kendaraan. Terdiri dari 51.691 motor, dan 29.048 mobil. 

Kedua, Polres Tuban, dengan 42.885 kendaraan. Terdiri dari 37.170 motor, dan 5.715 mobil. 

Ketiga, Polres Sampang, dengan 12.380 kendaraan. Yakni 10.829 motor, dan 1.551 mobil. 

Direktur Ditlantas Polda Jatim, Kombes Pol Latif Usman menganggap, data tersebut merupakan jumlah kendaraan yang disentuh secara persuasif dan humanis oleh petugas di lapangan. 

Pengendara yang kedapatan melanggar tidak langsung dilakukan penilangan. Namun diberikan teguran menggunakan janur kuning. 

Teguran secara langsung menggunakan metode tersebut, juga dapat diartikan sebagai langkah kepolisian untuk menekan angka kecelakaan dan fatalitasnya. 

"Itu kalau tanpa disentuh anggota kami, mungkin angka kecelakaan akan lebih tinggi. Jadi ini keaktifan dari anggota kami, untuk berkomunikasi mengingatkan pemasangan janur kuning, di (motor) pengguna jalan yang melakukan pelanggaran," ujar Kombes Pol Latif Usman, Kamis (12/5/2022). 

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved