Berita Jember

Mudik Lebaran 2022 Diizinkan, Kecelakaan Lalu Lintas di Jember Naik Signifikan, Tapi Fatalitas Turun

Angka kecelakaan lalu lintas mengalami kenaikan signifikan di Kabupaten Jember selama Operasi Ketupat Semeru 2022. Berdasarkan data dari Satuan Lalu L

Penulis: Sri Wahyunik | Editor: Ndaru Wijayanto
istimewa
Saat Polisi memberikan janur kuning kepada pelanggar lalu lintas selama Operasi Ketupat Semeru 2022 di Kabupaten Jember 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Sri Wahyunik

TRIBUNJATIM.COM, JEMBER - Angka kecelakaan lalu lintas mengalami kenaikan signifikan di Kabupaten Jember selama Operasi Ketupat Semeru 2022.

Berdasarkan data dari Satuan Lalu Lintas Polres Jember, ada kenaikan sampai 471 persen jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Berdasarkan data analisa dan evaluasi dari Satlantas Polres Jember, selama Operasi Ketupat Semeru 2022 ini terjadi 40 kasus kecelakaan lalu lintas, sedangkan di tahun 2021 hanya tujuh kejadian.

Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Jember AKP Enggarani Laufria mengakui, adanya perbedaan kasus secara signifikan jika dibandingkan tahun lalu.

"Karena memang tahun lalu ada larangan mudik, sementara sekarang ada kebijakan boleh mudik di masa libur Lebaran 2022," ujar Enggar, Kamis (12/5/2022).

Seperti diketahui, pada Lebaran Idul Fitri 2021, pemerintah melarang mudik, juga membatasi kegiatan warga karena terjadinya lonjakan kasus Covid-19. Walhasil, mobilitas warga juga terbatas.

Baca juga: Polda Jatim: Fatalitas Kecelakaan Arus Mudik-Balik Lebaran Turun, Pemotor Dominasi Laka Lantas

Baca juga: Niat Melerai Cekcok, Pria di Jember Malah Ikut Tersulut Emosi, Pukul Tetangga hingga Giginya Patah

Hal ini berbeda dengan Lebaran Idul Fitri 2022, pemerintah membolehkan warga untuk mudik dan melakukan mobilitas di masa libur Lebaran. Tentu saja ini berdampak terhadap mobilitas warga yang juga meningkat.

Meski terjadi kenaikan kasus kecelakaan lalu lintas, namun terjadi penurunan angka fatalitas. Kasus orang meninggal dunia selama Operasi Ketupat Semeru 2022, satu orang, sedangkan di tahun lalu ada dua orang. Karenanya, Satlantas mencatat ada penurunan 50 persen untuk kasus fatalitas.

Sementara itu, untuk angka pelanggaran yang disertai pemberian bukti pelanggaran (tilang) di Lebaran 2022 mengalami penurunan sampai 133 persen. Sedangkan pemberian teguran mengalami kenaikan sampai 114 persen, atau mencapai 864 teguran.

Baca juga: Panas Hati Lihat Pacar Dibonceng Pria Lain, Warga Jember Tantang Carok, Cemburu Buta Berakhir Tragis

Pelanggar lalu lintas itu antara lain karena tidak memakai helm, bagi pengendara roda dua, atau melawan arus, atau melanggar rambu lalu lintas, juga berkendara tanpa dilengkapi surat kendaraan bermotor.

Polisi memberikan tanda janur kuning segitiga bagi mereka yang melanggar lalu lintas, dan diberi teguran.

Lebih lanjut Enggar kembali mengimbau kepada masyarakat pengendara kendaraan bermotor, untuk mematuhi aturan berkendara, dan berlalu lintas.

"Selalu memakai alat keselamatan dalam berkendara, juga mematuhi aturan lalu lintas," tegas Enggar.

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved