Kecelakaan Maut Bus di Tol Sumo

Bukan karena Kondisi Kendaraan, Terungkap Penyebab Kecelakaan Maut Bus di Tol Sumo

Penyebab kecelakaan maut bus pariwisata di ruas tol KM712.400/A Surabaya-Mojokerto (Sumo) yang merenggut 14 korban meninggal bukan disebabkan

Penulis: Mohammad Romadoni | Editor: Januar
TribunJatim.com/ M Romadoni
Tim KNNT dan Dishub Provinsi Jatim mengecek kelayakan kendaraan bus yang terlibat kecelakaan di Tol Sumo, Selasa (17/5/2022) 

Laporan wartawan Tribun Jatim Network, M Romadoni

TRIBUNJATIM.COM, MOJOKERTO- Penyebab kecelakaan maut bus pariwisata di ruas tol KM712.400/A Surabaya-Mojokerto (Sumo) yang merenggut 14 korban meninggal bukan disebabkan kondisi kendaraan maupun kondisi jalan tol.

Ini terungkap setelah Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) dan Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jatim melakukan investigasi terkait kelayakan kendaraan angkutan umum/ penumpang, yang hasilnya bus PO Ardiansyah S 7322 UW yang terlibat kecelakaan tersebut dalam kondisi layak jalan.

Analisis Kebijakan Keselamatan Angkutan Jalan Dishub Provinsi Jatim, Arjani Hia Putra mengatakan kecelakaan bus di jalan tol Sumo yang mengakibatkan 14 korban meninggal merupakan kejadian tragis dan tidak diharapkan.

"Artinya fasilitas jalan (Tol Sumo) sudah lengkap, kendaraan juga secara teknis memenuhi syarat tetapi mungkin ada faktor yang tidak lepas dari kemampuan manusia yang menyebabkan kecelakaan," jelasnya saat ditemui di Mapolres Mojokerto Kota, Selasa (17/5/2022).

Baca juga: Penampakan Speedometer Bus Maut di Tol Sumo yang Tewaskan 14 Orang, Arah Jarum Nyaris Mentok Kanan

Arjani menjelaskan unsur penyebab kecelakaan seperti yang dianalisa oleh berbagai pihak salah satunya yakni diduga lantaran pengemudi kendaraan bus kelelahan atau mengantuk.

"Secara teknis kalau kendaraan bus itu lulus uji masih berlaku, fungsi-fungsi semua lainnya juga berfungsi baik cuma pada prosesnya kalau yang namanya orang mengantuk bagaimana lagi," ungkapnya.

Dia menyebut kendaraan bus tahun rakitan 2007 tersebut masih layak jalan dan secara umum kondisi kendaraan maupun jalan tol (Sumo) tidak ada hubungannya dengan penyebab utama kecelakaan.

"Secara umum tidak ada dan adapun penyebab utama faktor kecelakaan tidak ada hubungannya dengan kondisi jalan tol (Surabaya-Mojokerto), karena jalan tol itu sudah lulus layak fungsi sebagai jalan umum yang sudah dilakukan uji berkali-kali terkait kelayakan," ucap Arjani.

Menurut dia, posisi Guardrail jalan tol di sisi kiri KM712.400/A sudah terpasang sesuai standar keamanan jalan bebas hambatan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved