Berita Trenggalek
Puncak Musim Kemarau Diprediksi Terjadi pada Agustus, Warga Trenggalek Diminta Antisipasi Kekeringan
Puncak musim kemarau tahun ini diprediksi terjadi pada bulan Agustus. Masyarakat di Kabupaten Trenggalek diminta untuk mengantisipasi adanya kekeringa
Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Ndaru Wijayanto
Puncak Kemarau Diprediksi Agustus, Warga Trenggalek Antisipasi Kekeringan
TRIBUNJATIMN.COM, TRENGGALEK - Puncak musim kemarau tahun ini diprediksi terjadi pada bulan Agustus.
Masyarakat di Kabupaten Trenggalek diminta untuk mengantisipasi adanya kekeringan yang mematikan beberapa sumber air.
Sekretaris BPBD Kabupaten Trenggalek Tri Puspitasari mengatakan, langkah antisipasi kekeringan sebenarnya telah dilakukan sejak jauh hari.
Seperti penanaman pohon secara masal di dekat lokasi sumber air di lokasi yang rawan kekeringan.
"Kami juga menyosialisasikan kepada masyarakat di wilayah yang rawan kekeringan terkait penggunaan sumber air yang hemat sesuai kebutuhan untuk mengantisipasi kekeringan," kata Puspitasari, Selasa (17/5/2022).
Meski begitu, BPBD Kabupaten Trenggalek juga telah menyiapkan berbagai hal untuk mewaspadai kekeringan di sejumlah tempat.
Baca juga: RSUD Trenggalek Siapkan Fasilitas Antisipasi Hepatitis Akut Misterius, Ada Tempat Khusus Anak
Berbagai sarana dan prasarana untuk menyuplai air bersih tengah disiapkan sejak dini.
"Ada empat mobil tangki air bersih berserta disel air yang sudah kami siapkan untuk menyuplai air bersih ke warga. Berserta juga anggaran dari APBD Kabupaten. Apabila anggaran yang ada tidak mencukupi karena kemarau panjang, kami juga akan mengajukan BTT kabupaten atau BTT provinsi," ujarnya.
Puspitasari menjelaskan, kebutuhan air bersih saat terjadi kekeringan di Kabupaten Trenggalek tak bisa diprakirakan.
Sebab, kebutuhan itu tergolong naik-turun. Tergantung pada lama-cepatnya musim kemarau dan kebutuhan masyarakat.
Juga tergantung pada jumlah desa yang mengalami kekeringan.
Baca juga: Penampakan Speedometer Bus Maut di Tol Sumo yang Tewaskan 14 Orang, Arah Jarum Nyaris Mentok Kanan
Catatan Surya, jumlah desa yang mengalami kekeringan saban musim kemarau berbeda-beda.
Dalam suatu waktu, kekeringan bisa menyerang 60-an desa dalam satu musim. Di musim lain, jumlah desa kekeringan di bawah 10 desa.
Puspitasari menjelaskan, berdasar laporan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), puncak musim kemarau akan terjadi pada Agustus di Kabupaten Trenggalek.
"Jadi untuk saat ini di 14 kecamatan yang ada di Trenggalek, belum ada surat masuk terkait permintaan air bersih," pungkasnya.