Kecelakaan Maut Bus di Tol Sumo

13 Korban Kecelakaan Maut Bus di Tol Sumo Sudah Dirawat di Surabaya, 2 di Antaranya Sudah Pulang

13 pasien korban kecelakaan maut bus di Tol Sumo sudah dirawat di Surabaya, dua di antaranya bahkan rawat jalan atau sudah boleh pulang.

Istimewa/TribunJatim.com
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi saat menjenguk pasien korban kecelakaan maut bus di Tol Surabaya-Mojokerto, yang tengah dirawat di rumah sakit di Sidoarjo, Senin (16/5/2022). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Bobby Constantine

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Sebanyak 13 pasien dari total 19 korban luka dalam kecelakaan maut bus di Tol Sumo (Surabaya-Mojokerto) pada Senin (16/5/2022) sudah dipindahkan ke Surabaya.

Sementara enam lainnya masih berada di sejumlah rumah sakit di Mojokerto.

Proses pemindahan dibantu langsung oleh Pemerintah Kota Surabaya.

”Hingga hari ini sudah 13 orang yang dibawa ke Surabaya, 2 di antaranya mengikuti rawat jalan karena kondisinya relatif kondusif,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surabaya, Ridwan Mubarun kepada Tribun Jatim Network, Rabu (18/5/2022).

Dari jumlah pasien yang dipindahkan tersebut, tiga di antaranya merupakan korban yang dirawat di RS Petrokimia Gresik.  Mereka adalah Stella Patricia, Septian Adi, dan Cipta Prayoga. Dua nama terakhir merupakan satu keluarga.

Sedangkan Stella adalah yatim piatu yang ditinggalkan oleh ayah dan ibu serta dua adiknya akibat kecelakaan tersebut. Ayah Stella, Soni Suprayitno, merupakan Anggota TNI Angkatan Laut.

Saat ini, Stella berada dalam perawatan di RS Angkatan Laut (RSAL) Dr Ramelan Surabaya.

”Untuk adik Stella sudah di bawah penangangan RSAL,” kata Ridwan Mubarun.

Sedangkan 10 pasien lainnya dirawat di dua rumah sakit berbeda. Tiga di antaranya berada di RSUD Dr Mohamad Soewandhie Surabaya, dan lainnya di RS Bhakti Dharma Husada (BDH) Surabaya.

Di luar 13 pasien tersebut, masih ada 6 pasien lain yang tengah dirawat di Mojokerto. Keenam pasien tersebut belum bisa dibawa ke Surabaya karena kondisinya masih lemah.

”Prinsipnya, begitu kondisi masing-masing pasien sudah membaik, kami langsung bawa ke Surabaya sebagaimana arahan Bapak Wali Kota (Eri Cahyadi) dan keinginan keluarga. Dengan dirawat di Surabaya akan lebih nyaman juga karena lebih dekat,” katanya.

Selain memastikan penanganan dilakukan dengan baik, Pemkot Surabaya juga menerjunkan petugas untuk membantu akomodasi keluarga.

”Masih ada tim yang berjaga di masing-masing rumah sakit. Sehingga, kalau keluarga membutuhkan sesuatu, bisa berkoordinasi dengan petugas kami,” katanya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved