Berita Kediri

Dampak 76 Kasus Suspek PMK di Kediri, Mas Dhito Siap Tutup Pasar Hewan, Akui Bakal Tuai Pro & Kontra

Selama beberapa hari terakhir, kasus suspek penyakit kuku dan mulut (PMK) di wilayah Kabupaten Kediri meningkat. 

dok. Pemkab Kediri
Bupati Mas Dhito saat melakukan pengecekan di kandang ternak program desa korporasi sapi Poktan Ngadimulyo, Kecamatan Ngadiluwih, Selasa (17/5/2022). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Luthfi Husnika 

TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - Selama beberapa hari terakhir, kasus suspek penyakit mulut dan kuku (PMK) di wilayah Kabupaten Kediri meningkat. 

Tercatat ada 76 kasus suspek PMK yang ditemukan di enam kecamatan yakni Puncu, Kayen Kidul, Ngadiluwih, Kandat, Kandangan dan Kepung. 

Menyikapi maraknya penyebaran virus PMK tersebut, Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana melakukan gerak cepat. Bupati yang akrab disapa Mas Dhito tersebut akan melakukan penutupan Pasae Hewan sementara. 

"Menyikapi penyebaran kasus PMK yang melonjak selama beberapa hari terakhir, Pemkab Kediri bersama pihak terkait akan melakukan penutupan pasar hewan. Hal ini dimaksudkan supaya lonjakan kasus PMK bisa menurun," ungkap Bupati Mas Dhito, Kamis (26/5/2022). 

Baca juga: Pedagang di Malang Desak Pasar Hewan Segera Dibuka Kembali, Pemerintah Pikir-pikir

Ia menuturkan, keputusan penutupan pasar hewan tersebut pasti akan menuai pro dan kontra dari berbagai pihak. Mengingat kegiatan jual beli di pasar hewan berkaitan dengan keberlangsungan usaha para pedagang. 

"Saya mengerti kalau nanti ada beberapa pedagang yang keberatan, karena kaitannya dengan hajat hidup orang banyak. Namun ini harus dilakukan guna menekan angka penyebaran PMK. Apalagi setelah ini mau Idul Adha. Jangan sampai ketika penjualan hewan sedang tinggi, kasus PMK juga tinggi," paparnya. 

Ia menjelaskan, sebelum melakukan penutupan pasar hewan di sejumlah tempat, pihaknya juga akan bermusyawarah dengan para pedagang. Mereka akan dilibatkan dan diberi imbauan sebelum penutupan. 

"Kami tentu melibatkan para pedagang untuk musyawarah terutama dalam hal penutupan pasar ini. Tunuannya supaya kedua belah pihak tidak ada yang merasa dirugikan," pungkasnya.

Baca juga: Penutupan Pasar Hewan Gondanglegi Malang Memicu Protes, Pedagang Ingin Tetap Bisa Berjualan

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved