Berita Madiun

Ubah Kesan Angker, Rumah Tahanan Militer dan Bosbow Kota Madiun Segera Dirancang Jadi Wisata Edukasi

Wali Kota Madiun, Maidi berencana mempercantik kawasan Rumah Tahanan Militer (RTM), di Jalan A Yani, Kecamatan Manguharjo dan juga Bosbow di Jalan Dip

istimewa
Rumah Tahanan Militer (RTM) dan juga Bosbow di Jalan Diponegoro, Kecamatan Kartoharjo, Kota Madiun. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sofyan Arif Candra

TRIBUNJATIM.COM, MADIUN - Wali Kota Madiun, Maidi berencana mempercantik kawasan Rumah Tahanan Militer (RTM), di Jalan A Yani, Kecamatan Manguharjo dan juga Bosbow di Jalan Diponegoro, Kecamatan Kartoharjo, Kota Madiun.

Rencana rehab aset milik TNI tersebut sudah mulai dikonsep dengan menggandeng pihak ketiga.

Nantinya RTM dan Bosbow akan dikonsep seperti era kolonial dengan tetap mempertahankan bangunan aslinya.

Maidi ingin mengoptimalkan potensi sejarah yang terdapat di kedua lokasi tersebut sebagai wisata edukasi sejarah.

"Ini bisa menjadi media edukasi. Anak-anak bisa belajar kalau dipenjara itu tidak enak karenanya jangan sampai melanggar hukum," jelas Maidi, Kamis (26/5/2022).

Kedua aset tersebut, menurut Maidi, bisa menjadi daya tarik tersendiri jika terkelola dengan baik.

Baca juga: Tunggu Saudara di Stasiun Madiun, Pengendara Motor Diseruduk Mobil Operasional BPJS Kesehatan

Apalagi saat ini keduanya tercatat sebagai bangunan cagar budaya. 

Maidi juga akan menambahkan cafe yang juga berkonsep era kolonial. 

Lebih lanjut, orang nomor satu di Kota Madiun tersebut mengatakan kawasan RTM memang akan menjadi satu kawasan wisata Pahlawan Street Center (PSC) dan Sumber Wangi. Sedangkan, Bosbow akan dikonsep seperti Istana Bogor. 

Baca juga: Asyik Bermain Air Banjir Rob, Seorang Anak di Gresik Tiba-tiba Menangis, Ternyata Kaki Dipatok Ular

"Bosbow dan RTM ini kan seperti rumah hantu saat ini. Tidak terawat. Ini akan kita ajukan ke kementerian pertahanan. Kalau nanti sudah ada MoU, kan saya bisa menggunakan APBD untuk pengoptimalannya," lanjutnya.

Maidi sendiri mengakui masih ada banyak aset pemerintah di Kota Madiun yang belum optimal, termasuk aset milik Pemprov Jawa Timur. 

Untuk itu dirinya juga akan berkoordinasi dengan pemprov terkait pengoptimalan aset tersebut. 

"Kalau aset-aset ini semakin menarik, banyak yang datang ke kota kita yang ujungnya peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat," pungkasnya. 

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved