Berita Blitar

Kisah Pilu Guru Agama di Blitar, Terpaksa Pinjam Perhiasan Tetangga karena TPP Telat

Mungkin Kemenag pusat tidak akan menyadari akan dampak yang timbulkan akibat telatnya pencarian TPP (Tunjangan Pendidik Profesional) buat para guru

Penulis: Imam Taufiq | Editor: Januar
Dok. Kredivo
Ilustrasi uang TPP guru agama di Blitar tak kunjung cair 

Laporan wartawan Tribun Jatim Network, Imam Taufiq

TRIBUNJATIM.COM, BLITAR - Mungkin Kemenag pusat tidak akan menyadari akan dampak yang timbulkan akibat telatnya pencarian TPP (Tunjangan Pendidik Profesional) buat para guru agama.

Gara-gara telatnya pencarian tunjangan yang nilainya sebesar gaji tiap bulan itu, belasan guru agama yang ada di lingkungan Kemenag Kabupaten Blitar terpaksa harus mengencangkan sabuk mereka.

Bahkan, karena telatnya sudah lima bulan ini, mereka bukan hanya mengencangkan sabuknya lagi namun banyak yang mencari pinjaman ke sana-kemari. Bukan hanya ke familinya namun banyak yang pinjam ke tetangga.

Bahkan, kalau tidak dapat pinjaman uang, barang apapun yang penting laku dijual atau bahkan bisa digadaikan, akan dipinjam. Itu karena bukan sekadar buat mencukupi kebutuhan hidupnya melainkan banyak yang dipakai mengangsur pinjaman bank.

Baca juga: Suami Rekam Istri saat Digoyang Pria Lain, Pelaku Ngaku Bukan soal Ekonomi tapi Fantasi

"Kalau buat makan atau kebutuhan hidup, kami bisa mengirit atau menahannya meski harus dengan mengencangkan ikatan sabuk. Cuma, yang tidak bisa ditunda, kami-kami ini kebanyakan pinjaman di bank (Bank Jatim). Itu harus diangsur tiap bulan. Dan, selama ini, kami-kami ini mengangsurnya dengan mengandalkan uang dari TPP itu," ujar guru agama berusia 45 tahun, yang mengaku mengajar di sebuah SDN yang ada di Kecamatan Wlingi.

Akibat dari ketidakpastian kapan TPP itu cair, maka banyak guru agama yang ada di lingkungan Kemenag itu menunggak angsuran. Alasannya, karena tak punya simpanan uang buat mengangsur. Sebab, uang gaji yang diterimanya tiap bulan itu selalu habis bulan itu karena memang buat kebutuhan hidup.

"TPP itu ditunggu buat semua guru (ada 3.500 guru agama di lingkungan Kemenag). Sebab, itu bisa buat kebutuhan lainnya, seperti biaya menyekolahkan atau kuliah anak-anak. Dan, sisanya ada yang buat mengkredit sepeda motor. Makanya, begitu TPP itu telat, kami-kami ini kalang-kabut," ungkapnya.

Seperti yang dilakukan ibu guru berusia 52 tahun, yang mengajar agama di sekolah SDN Kecamatan Selorejo ini. Selasa (31/05) siang, ia mendatangi toko emas yang ada di Kota Blittar, untuk menjual perhiasan kalung. Itu bukan kalungnya sendiri, apalagi miiik anaknya melainkan kalung dari hasil meminjam tetangganya. Itu laku Rp 2,4 juta dan dipakai mengangsur ke bank Jatim Rp 1 juta.

"Kalau kalung saya dan milik anak-anak sudah tidak ada karena sudah kami jual lebih dulu. Itu juga buat membayar angsuran bulan sebelumnya. Kini kami pinjam ke tetangga," ungkapnya.

Rupanya, cara seperti itu bukan hanya dialami satu atau dua orang namun ada banyak guru yang mengalami nasib seperti itu. Sebab, jika tidak nekat seperti itu mereka mengaku tunggakan angsurannya kena denda atau bunga.

"Karena tidak ada kepastiannya, kapan TPP kami itu akan cair. Sementara, ini sudah lima bulan belum ada kabar. Semestinya, itu sudah cair Maret kemarin (tahun ini) namun tidak ada kabar. Setiap ditanyakan ke Kemenag, kami disuruh sabar-sabar, sehingga banyak guru yang kelimpungan dan nekat meminjam apapun ke tetangga, yang bisa dicairkan," paparnya.

Menanggapi hal itu, Jamil Mashadi, Humas Kemenag Kabupaten Blitar mengatakan, pihak bisa menyadari apa yang dialami para guru agama yang ada di lingkungan Kemenag (3.500 orang). Namun, itu bukan ada kesalahan atau masalah, hanya saja ada sistem baru di Kemenag pusat, sehingga perlu ada perbaruan aplikasi data guru penerima TPP itu.

"Kalau dulu itu kan sistem perbendahaaran di Kemenag pusat menggunakan sistem tunjangan profesional (Tuprof) namun saat ini sedang diubah dengan sistem baru, yakni Tukin (tunjangan kinerja). Tak ada banyak perubahan cuma perlu didata ulang. Itu saja. Kami harap bersabar dan semoga segera cair," ungkap Jamil.

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved