Berita Malang

Pagar Alun-Alun Tugu Kota Malang Bakal Dibongkar, Digantikan Pedestrian Jalan

Pagar Alun-Alun Tugu Kota Malang bakal dibongkar dan diganti dengan pedestrian jalan. Rencana tersebut masuk ke dalam tahapan revitalisasi Alun-Alun T

Penulis: Rifki Edgar | Editor: Ndaru Wijayanto
TribunJatim.com/ Rifky Edgar
Pagar tembok di alun-alun Tugu Kota Malang jebol akibat kecelakaan lalu lintas pada Selasa (16/11). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Rifki Edgar

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Pagar Alun-Alun Tugu Kota Malang bakal dibongkar dan diganti dengan pedestrian jalan.

Rencana tersebut masuk ke dalam tahapan revitalisasi Alun-Alun Tugu Kota Malang yang akan dilakukan oleh Pemerintah Kota Malang dalam waktu dekat ini.

Sejak akhir 2021 kemarin, rencana revitalisasi Alun-Alun Tugu telah dibahas oleh Pemkot Malang.

Proses pengerjaan akan dimulai pada Februari 2022 lalu namun akhirnya gagal terlaksana karena keterbatasan anggaran.

"Kemarin tidak sempat terlaksana karena APBD kita mengalami penurunan. Jadi akan kami kerjakan saat Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) nanti," ucap Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Malang, Wahyu Setianto, Selasa (7/6/2022).

Baca juga: Usai Dikeluhkan Warga, Jalan Berlubang di Bundaran Alun-alun Tugu Kota Malang Langsung Ditambal

Wahyu mengatakan, bahwa anggaran yang digelontorkan untuk pembangunan Alun-Alun Tugu ini sekitar Rp 3,6 Miliar.

Proses pengerjaan akan dilakukan dua tahap, pertama ialah pembongkaran pagar di Alun-Alun Tugu yang dimulai setelah PAK 2022.

Tahap kedua dimulai pada awal 2023 yang dilanjutkan dengan pembangunan jogging track, penataan lampu taman hingga kursi taman.

"Setelah PAK ini mungkin Agustus. Dan untuk tahap pertama pembongkaran pagar dan pelebaran pedestrian, kami anggarkan sekitar Rp 1,5 Miliar," jelasnya.

Pembongkaran pagar Alun-Alun Tugu ini kata Wahyu, sudah melalui sejumlah pertimbangan dari berbagai pihak.

Baca juga: Tembok Alun-alun Tugu Kota Malang Jebol Ditabrak Mobil, Pemkot Minta si Penabrak Tanggung Jawab

Rencana tersebut sudah pernah dibahas dalam forum group discussion (FGD) yang digelar pada 28 Desember 2021 lalu.

Dalam FGD tersebut dihadiri oleh Wali Kota Malang, DPRD Kota Malang, masyarakat Kota Malang, budayawan dan konsultan yang memaparkan terkait desain Alun-Alun Tugu.

"Jadi memang dari segi keindahan, memang menurut kami, tatanan taman lebih indah jika menyatu dengan jalan juga. Jadi masyarakat bisa menikmati secara langsung," terangnya.

Sementara itu, Wali Kota Malang Sutiaji menyampaikan, dengan dihilangkannya tembok pembatas ini, menjadikan desain Alun-Alun Tugu kembali pada konsep awal.

Pada saat itu, Alun-Alun Tugu merupakan tanah lapang yang kemudian dibangun oleh Belanda pada 1920 silam.

Baru pada 1953, Bung Karno meresmikan pembangunan Alun-Alun Tugu, setelah pada 1945, tugu yang berada di Alun-Alun Bundar tersebut hancur.Pagar Alun-Alun Tugu Kota Malang Bakal Dibongkar

"Kalau hilang, berarti desainnya kembali lagi ke semula. Saat itu, Alun-Alun Bundar ini kan memang tidak ada tembok pembatasnya," terang Sutiaji.

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved