Berita Surabaya

Jasad Bayi di Parit Hebohkan Warga Surabaya, Pengurus Desa Data Wanita Hamil di Sekitar Lokasi

Pengurus RW 2 ikut membantu kepolisian yang melakukan penyelidikan atas temuan mayat bayi berjenis kelamin laki-laki ditemukan teronggok di dasar pari

Penulis: Luhur Pambudi | Editor: Ndaru Wijayanto
TribunJatim.com/Luhur Pambudi
Evakuasi jasad bayi yang ditemukan di parit, yang membelah permukiman kawasan Jalan Jemur Ngawinan 1, RW 02, Jemur Ngawinan, Wonocolo, Surabaya, Rabu (8/6/2022).  

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Luhur Pambudi

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA- Pengurus RW 2 ikut membantu kepolisian yang melakukan penyelidikan atas temuan jasad bayi berjenis kelamin laki-laki ditemukan teronggok di dasar parit permukiman Jalan Jemur Ngawinan 1, Jemur Ngawinan, Wonocolo, Surabaya, Rabu (8/6/2022). 

Ketua RW 02, Kelurahan Jemur Ngawinan, Usman mengungkapkan, pihaknya langsung melakukan penyisiran terhadap warga perempuan kategori dewasa yang diketahui hamil atau melahirkan dalam kurun waktu yang tidak wajar. 

Proses penyisiran tersebut dilakukan oleh pihaknya itu, melalui database yang dimiliki oleh kader kesehatan di kawasan RW 02 meliputi tujuh cakupan RT.

"Karena data menurut kader (kesehatan) di wilayah setempat tidak ada ibu hamil. Dan ada 3 orang, dicek, masih mengandung," ujarnya saat ditemui TribunJatim.com di lokasi, Rabu (8/6/2022). 

Sekadar diketahui, sesosok mayat bayi berjenis kelamin laki-laki ditemukan teronggok di dasar parit yang membelah permukiman kawasan Jalan Jemur Ngawinan 1, RW 02, Jemur Ngawinan, Wonocolo, Surabaya, pukul 09.00 WIB, Rabu (8/6/2022). 

Baca juga: Niat Buang Air dan Iseng Tengok Jendela, Warga Surabaya Lihat Jasad Bayi di Parit, Tali Pusar Nempel

Mayat bayi tersebut berukuran panjang tubuh sekitar 0,5 meter, dengan berat badan sekitar dua kilogram. 

Dari kondisi luar, organ tubuh bayi tersebut tampak masih lengkap, bahkan dengan kondisi tali pusar yang masih menempel atau belum dipotong seusai dilahirkan. 

Kondisi kulitnya tampak pucat, tidak didapati adanya bercak darah. Mengingat masih lengkapnya kondisi organ luar tubuh bayi dan petanda pembusukan belum tampak, diperkirakan bayi tersebut dibuang dalam usia satu hari setelah dilahirkan. 

Mayat bayi tersebut teronggok dalam posisi tubuh miring, di dasar parit sedalam 1,5 meter dan lebar sekitar tiga meter. 

"Dugaan pembuangannya, semalam. Karena sungai itu tidak ada air alirannya," pungkas Usman. 

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved