Berita Terpopuler
VIRAL TERPOPULER: Sosok Penyumbang Emas Monas - 'Rumah Akhir' Eril yang Disiapkan Ridwan Kamil
3 Berita viral terpopuler Minggu 12/6/2022 di TribunJatim.com: penyumbang emas Monumen Nasional - 'Rumah Terakhir' putra Ridwan Kamil, Eril.
TRIBUNJATIM.COM - Berikut berita viral terpopuler hari ini, Minggu 12 Juni 2022 di TribunJatim.com.
Berita viral terpopuler pertama, ada kisah tragis penyumbang emas Monumen Nasional atau Monas.
Selanjutnya berita Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil sudah menyiapkan tempat yang istimewa untuk putranya, Emmeril Khan Mumtadz yang karib disapa Eril.
Adaa juga berita tentang alasan sebenarnya sepasang kekasih simpan 7 mayat bayi di dalam kotak makanan.
Simak selengkapnya berita viral terpopuler hari ini, Minggu 12 Juni 2022:
Baca juga: BREAKING NEWS, Pacitan Diguncang Gempa M 5,3, Getaran Dirasakan hingga Tulungagung
Baca juga: Terkuak Alasan Jasad Eril Lama Ditemukan, Ridwan Kamil Sempat Emosi: Kekuasaan Tak Ada Apa-apanya
Baca juga: Hasil Inggris Vs Italia di UEFA Nations League Berakhir Tanpa Gol
1. Kisah Tragis Sosok Penyumbang Emas Monas, Bukannya Dihargai, Malah Sering Masuk Penjara
Inilah kisah tragis penyumbang emas Monumen Nasional atau Monas.
Tak semua orang tahu kisahnya, meski jasanya sangat besar bagi Republik Indonesia.
Lalu seperti apa kisah selengkapnya?
Simak selengkapnya di sini!
Tugu Monumen Nasional (Monas) yang menjadi lambang penanda Ibu Kota Jakarta menyimpan sejuta kisah di balik pembangunannya.
Tugu setinggi 132 meter ini masuk ke dalam proyek ambisius Presiden Soekarno, yang dinamai proyek mercusuar, dan digarap dengan penuh perhitungan.
Baca juga: Sosok Seleb TikTok yang Jadi Istri Adul, Mahar Nikah Kelewat Sederhana? Lihat Momen Ijab Kabul
Salah satu komponen penting yang tak luput dari perhatian Soekarno adalah komponen lidah api di pucuk monumen yang dinamai Lidah Api Kemerdekaan.
Lidah api itu dianggap sebagai perwujudan kepribadian bangsa Indonesia: ia dinamis, bergerak, dan berkobar. Agar menampilkan kesan menyala, lidah api ini dilapisi dengan emas murni.
Di awal pembangunannya, konstruksi tersebut dilapisi emas seberat 35 kilogram, tetapi ketika Indonesia merayakan hari jadinya yang ke-50, lapisan emas ditambah hingga menjadi seberat 50 kilogram. Konon, sebagian besar emas yang digunakan untuk melapisi Lidah Api Kemerdekaan disumbangkan oleh saudagar kaya asal Aceh bernama Teuku Markam.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Monumen-Nasional-rumah-akhir-Emmeril.jpg)