Berita Nganjuk

Persiapan Smart City, Pemkab Nganjuk Lakukan Penyusunan Masterplan dengan Gelar Bimtek

Persiapan menuju Smart City, Pemkab Nganjuk lakukan penyusunan masterplan, yakni dengan menggelar bimbingan teknis kepada semua OPD.

Penulis: Achmad Amru Muiz | Editor: Dwi Prastika
Tribun Jatim Network/Achmad Amru Muiz
Kegiatan Bimbingan Teknis Penyusunan Masterplan Smart City yang dikoordinasikan Diskominfo Kabupaten Nganjuk untuk menuju Kabupaten Nganjuk menjadi Kota Cerdas, Selasa (14/6/2022). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Achmad Amru Muiz

TRIBUNJATIM.COM, NGANJUK - Melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), Pemerintah Kabupaten Nganjuk melakukan berbagai persiapan program Smart City (kota cerdas).

Kali ini persiapan memasuki tahapan penyusunan masterplan atau rencana induk Smart City Kabupaten Nganjuk.

Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Nganjuk, Slamet Basuki menjelaskan, Kabupaten Nganjuk menjadi salah satu kabupaten terpilih di antara delapan kabupaten/kota di Jawa Timur oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika dalam program Gerakan Menuju Smart City Indonesia. Dengan demikian, Kabupaten Nganjuk secara bertahap berupaya melakukan berbagai persiapan untuk menjadi Kabupaten Smart City.

"Saat ini, kami memasuki tahapan penyusunan masterplan Smart City, yakni menggelar bimbingan teknis kepada semua OPD (organisasi perangkat daerah) Pemkab Nganjuk," kata Slamet Basuki di tengah Bimtek Penyusunan Masterplan Kota Cerdas (Smart City) di SMKN 1 Nganjuk, Selasa (14/6/2022).

Dijelaskan Slamet Basuki, dalam kegiatan Bimtek Persiapan Smart City tersebut, pada intinya untuk menyusun program dan kegiatan Smart City yang masuk dalam program unggulan. Di mana fokusnya ada dua, yakni perbaikan manajemen pemerintahan yang lebih efektif dengan menggunakan sistem informasi, dan yang paling penting adalah pelayanan publik serta pembangunan di bidang ekonomi.

"Untuk itulah, dalam penyusunan masterplan Smart City ini harus betul-betul direncanakan dengan prioritas program unggulan yang efektif akan digunakan pada tahun 2023 mendatang," ucap Slamet Basuki.

Lebih lanjut dijelaskan Slamet Basuki, penyuunan masterplan Smart City dilakukan oleh masing-masing OPD sesuai dengan enam dimensi Smart City. Ketika sudah ketemu masterplan dari setiap OPD, maka akan dimasukkan dalam perencanaan kinerja (Renja) masing-masing OPD dan juga dimasukkan dalam APBD tahun 2023.

Menurut Slamet Basuki, sebenarnya substansi dari pemikiran Smart City sudah berjalan sejak tahun 2018 hingga tahun 2022 dalam beberapa item di Kabupaten Nganjuk. Di antaranya layanan aministrasi kependudukan (adminduk) yang sudah menggunakan layanan aplikasi Sedudo, hanya saja nanti akan dikemas dalam program Smart City secara nasional, sehingga menjadi lebih luas.

Di samping itu, ungkap Slamet Basuki, dari enam dimensi Smart City, yang salah satunya fokus pada lingkungan hidup, di Kabupaten Nganjuk sudah berjalan. Yakni pengelolaan sampah melalui bank sampah.

"Itu masuk dalam perilaku yang smart, dan tidak harus berupa sistem aplikasi atau informasi. Titik tekan berpikir dan berperilaku secara smart atau bijak mengatasi masalah, baik masalah di manajemen pemerintahan internal maupun masalah-masalah pelayanan publik dan itu namanya Smart City," tutur Slamet Basuki.

Sementara kegiatan penyusunan masterplan Smart City Kabupaten Nganjuk digelar selama dua hari, yakni hari Selasa (14/6/20220 hingga Rabu (15/6/2022).

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com

Kumpulan berita seputar Nganjuk

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved