Berita Madiun

Diserang Hama, Produksi Cabai Merah Besar di Madiun Turun 70 Persen, Petani Tertolong Harga Tinggi

Petani Cabai Merah Besar di Kabupaten Madiun mengeluh dengan hama yang menyerang tanaman mereka, Jumat (17/6/2022).

TRIBUNJATIM.COM/Sofyan Arif Candra
Cabai Merah Besar di Kabupaten Madiun Diserang Antraknosa, Hasil Panen Turun Sampai 70 Persen 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sofyan Arif Candra

TRIBUNJATIM.COM, MADIUN - Petani Cabai Merah Besar di Kabupaten Madiun mengeluh dengan hama yang menyerang tanaman mereka, Jumat (17/6/2022).

Akibat serangan hama tersebut hasil panen cabai merah besar mereka turun drastis hingga 70 persen.

Seorang petani cabai merah besar, di Desa Kebonsari, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun, Sumono mengatakan hama yang menyerang tanamannya adalah lalat buah, kutu dan jamur.

Hal tersebut menyebabkan cabai busuk sejak mulai berbuah. Sumono pun terpaksa memetik lebih awal cabai-cabai yang terserang hama tersebut agar tidak menular ke cabai yang lain.

"Luas lahan saya ini 75 meter persegi, kalau panen normal (tidak terserang hama) bisa mencapai 1 kuintal, tapi kalau sekarang hanya 30 kilogram," kata Sumono, Jumat (17/6/2022).

Baca juga: Kepergok Curi Cabai di Sawah, Dua Pemuda di Blitar Dilaporkan ke Polisi, Begini Endingnya

Merebaknya penyakit antraknosa tersebut menurut Sumono terjadi karena cuaca yang tidak menentu yaitu musim hujan yang berkepanjangan.

"Tanamannya jadi kerdil, gagal tumbuh, lalu buah cabainya tidak bisa lurus, jadi agak bengkong. Kalau yang sudah parah ya busuk," lanjutnya.

Sumono sendiri sebenarnya sudah mengantisipasi adanya penyakit tersebut dengan memberikan berbagai obat dan pupuk agar tanamannya bisa bertahan di tengah serangan hama tersebut.

"Kalau obatnya belum ada, bisanya dikasih pupuk atau kalsium biar tidak tambah parah," ucap Sumono.

Ia beruntung, saat ini harga cabai merah besar sedang tinggi-tingginya yaitu berada di angka Rp 70 ribu perkilogram dari petani ke tengkulak.

"Untung harganya masih tinggi, jadi hitungannya balik modal, tidak sampai rugi. Karena harga normalnya itu Rp 20 ribu sampai Rp 25 ribu perkilogram," pungkasnya.

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved