Berita Madura

Heran Ayam Jantannya Mati, Peternak di Bangkalan Mengira Sakit, Rupanya Jadi Sarapan Ular Piton

Peternak ayam Gaok ras Madura dan ayam Pelung, warga Kelurahan Mlajah, Kota Bangkalan dibuat heran dengan kematian dan berkurangnya jumlah ayam milik.

Penulis: Ahmad Faisol | Editor: Ndaru Wijayanto
TRIBUNJATIM.COM/AHMAD FAISOL
Personel Pemadam Kebakaran Satpol PP Kabupaten Bangkalan menangkap piton jenis sanca bodo dari dalam kandang peternak ayam di Kota Bangkalan, Rabu (6/7/2/2022) 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Ahmad Faisol

TRIBUNJATIM.COM, BANGKALAN – Peternak ayam Gaok ras Madura dan ayam Pelung, warga Kelurahan Mlajah, Kota Bangkalan dibuat heran dengan kematian dan berkurangnya jumlah ayam miliknya.

Misteri ini terungkap setelah mendapati ayam miliknya ternyata menjadi santapan ular piton jenis sanca bodo yang ditemukan di dalam kandang, Rabu (6/7/2022) sekitar pukul 05.30 WIB.  

Tanpa berpikir panjang, ia langsung menghubungi Sekretaris Satpol PP Bangkalan, Ari Murfianto. Dengan harapan didatangkan personel Pemadam Kebakaran (Damkar).

Hal itu ditempuh Roni karena dirinya memang tidak ada niatan untuk membunuh ular tersebut.

Ia mengungkapkan, ular masuk kandang melalui celah yang disediakan selebar kepala ayam untuk memberikan keleluasaan ayam-ayamnya untuk mencaplok makanan.

Namun ular tidak keluar melalui jalan serupa karena terganjal perutnya yang sudah membesar usai menelan ayam.

“Sepertinya ular itu sudah langganan karena beberapa hari sebelumnya 2 ayam jantan raib. Tadi malam periksa kandang, saya dapati satu ayam jantan mati namun saya tidak melihat keberadaan ular. Sepanjang malam saya berpikir, apakah terkena penyakit?,” ungkap Roni ketika dihubungi Surya (Tribun Jatim Network).

Baca juga: Seusai Ambil Uang di ATM, Mahasiswi Malang Kaget Lihat Ular Hijau di Motornya

Sekedar diketahui, sanca bodo atau Python Bivittatus adalah sejenis ular besar dari suku Pythonidae.

Awalnya ular ini adalah anak jenis dari Python Molurus atau Sanca India. Namun sekarang dijadikan pengelompokan tersendiri dan tersebar di beberapa daerah tropis dan subtropis di Asia Tenggara.

Sanca bodo memiliki ukuran panjang mulai dari 3 meter hingga 6 meter dengan berat tubuh mencapai hingga 160 KG. Dalam sekali bertelur bisa mencapai 40 butir bahkan lebih.

Telur-telur akan menetas setelah dierami selama 60-80 hari. Panjang anak yang baru menetas berkisar antara 6-7 centimeter.

Rumah Roni berlokasi paling ujung, kandang ayam gaok dan pelung yang berjumlah sekitar 40 ekor itu berdekatan dengan rawa atau lahan terlantar. Rawa tersebut biasanya memang dimanfaatkan warga sebagai tempat ajang balap kelinci.

Baca juga: Asyik Bermain Air Banjir Rob, Seorang Anak di Gresik Tiba-tiba Menangis, Ternyata Kaki Dipatok Ular

“Saat lomba ada beberapa kelinci lepas dan pemiliknya mencari ke pekarangan rumah saya. Kelinci itu raib begitu saja, mungkin ular itu,” pungkas Roni.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved