Berita Nganjuk

Jelang Hari Raya Idul Adha, Polres Nganjuk Perketat Penyekatan Hewan Ternak dari Luar Daerah

Jelang Hari Raya Idul Adha, Polres Nganjuk perketat penyekatan hewan ternak dari luar daerah. Wajib dilengkapi Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH)

Penulis: Achmad Amru Muiz | Editor: Dwi Prastika
Tribun Jatim Network/Achmad Amru Muiz
Kegiatan penyekatan distribusi hewan ternak di wilayah perbatasan yang dilakukan jajaran Polres Nganjuk besama personel TNI, 2022. 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Achmad Amru Muiz

TRIBUNJATIM.COM, NGANJUK - Sebagai langkah antisipasi penularan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak, jajaran Polres Nganjuk melakukan penyekatan di wilayah perbatasan.

Kapolres Nganjuk, AKBP Boy Jeckson Situmorang menjelaskan, penyekatan hewan ternak dilaksanakan di wilayah perbatasan Jombang-Kertosono, Madiun-Wilangan, Kediri-Pace, dan Bojonegoro-Rejoso.

"Upaya pencegahan dengan cara penyekatan ini harus kami lakukan untuk menjamin hewan-hewan kurban yang akan masuk ke wilayah Nganjuk dalam keadaan sehat dan aman konsumsi," kata AKBP Boy Jeckson Situmorang melalui Kasi Humas Polres Nganjuk, Iptu Supriyanto, Selasa (5/7/2022).

Dijelaskan, di wilayah-wilayah perbatasan tersebut, petugas Polres Nganjuk dan polsek jajaran memeriksa dengan teliti hewan ternak yang masuk maupun yang keluar dari wilayah Kabupaten Nganjuk. Jika menemukan kendaraan pengangkut hewan ternak yang tidak dilengkapi Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH), maka akan diminta mengembalikan hewan ternak tersebut ke asalnya.

"Kami minta jajaran yang melakukan penyekatan untuk tegas dalam menghalau distribusi hewan ternak, terutama dari luar daerah yang masuk ke Nganjuk. Karena upaya pencegahan penyebaran PMK di Nganjuk harus dilakukan dengan baik, agar bisa segera dikendalikan," tandas AKBP Boy Jeckson Situmorang.

Sementara Plt Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi sebelumnya mengatakan, terus meluasnya PMK di Kabupaten Nganjuk menjelang Hari Raya Idul Adha atau Hari Raya Kurban telah membuat masyarakat di Kabupaten Nganjuk khawatir. Meski Pemkab Nganjuk selalu berupaya meyakinkan masyarakat agar tidak khawatir pada hewan kurban karena telah dilakukan pemeriksaan kesehatan.

Apalagi, ungkap Marhaen Djumadi, Pemkab Nganjuk telah berupaya maksimal dengan menurunkan seluruh dokter hewan yang dimiliki untuk melakukan pemeriksaan terhadap hewan kurban milik masyarakat.

"Tentunya setelah dilakukan pemeriksaan oleh tim dokter hewan, maka akan ada jaminan kesehatan hewan untuk kurban yang dituangkankan dalam surat dari Dinas Pertanian. Untuk itu, masyarakat tidak perlu khawatir akan kesehatan hewan untuk kurban," ucap Marhaen Djumadi.

Di samping itu, tambah Marhaen Djumadi, upaya antisipasi PMK juga dilakukan dengan mencegah masuknya hewan kurban dari luar daerah yang tidak dilengkapi dengan surat sehat. Ini dikarenakan ketersediaan hewan untuk kurban yang sehat dan aman di Kabupaten Nganjuk masih mencukupi.

"Maka dari itu, silakan masyarakat yang menginginkan untuk mendapatkan hewan kurban yang sehat dan layak bisa meminta informasi ke Dinas Peternakan Kabupaten Nganjuk ataupun tempat informasi resmi yang disediakan Pemkab Nganjuk," tutur Marhaen Djumadi.

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com

Kumpulan berita seputar Nganjuk

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved