Penangkapan DPO Pencabulan Jombang

5 Orang yang Halangi Penangkapan Anak Kiai Jombang Jadi Tersangka, Menabrak hingga Siram Air Panas

5 simpatisan anak kiai Jombang DPO kasus pencabulan santri ditetapkan sebagai tersangka, ada yang tabrak petugas hingga menyiramkan air panas.

Penulis: Mohammad Romadoni | Editor: Dwi Prastika
Tribun Jatim Network/Mohammad Romadoni
Dari 323 orang simpatisan pendukung Moch Subchi Al Tsani alias MSAT (42), tersangka DPO kasus pencabulan santri putri di Pondok Pesantren Shiddiqiyyah, Desa Losari, Kecamatan Ploso, Jombang, yang diamankan di Polres Jombang, lima di antaranya ditetapkan sebagai tersangka, Jumat (8/7/2022). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Mohammad Romadoni

TRIBUNJATIM.COM, JOMBANG - Dari 323 orang simpatisan pendukung Moch Subchi Al Tsani alias MSAT (42), tersangka DPO kasus pencabulan santri putri di Pondok Pesantren Shiddiqiyyah, Desa Losari, Kecamatan Ploso, Jombang, yang diamankan di Polres Jombang, lima di antaranya ditetapkan sebagai tersangka.

Kelima orang itu ditetapkan tersangka lantaran mereka menghalang-halangi tugas penegakan hukum penangkapan MSAT, DPO kasus pencabulan santri putri.

Kasatreskrim Polres Jombang, AKP Giadi Nugraha mengatakan, pihaknya mengambil langkah penegakan hukum terhadap orang-orang yang patut diduga melakukan tindak pidana menghalang-halangi upaya penangkapan MSAT.

"Kami mengamankan 323 orang (simpatisan) di Mapolres Jombang dan yang sudah kami tetapkan tersangka lima orang, dilakukan penahanan hari ini," jelas AKP Giadi Nugraha di Mapolres Jombang, Jumat (8/7/2022).

Dia menjelaskan, dari lima orang itu, tersangka D melakukan tindakan menghalangi yakni menabrak ke Kasubdit Jatanras dan anggota Satlantas di jalan layang (fly over) Ploso. 

Kemudian ada empat orang lainnya yang menabrak Kanit Jatanras, ada menyiram air panas kepada kasatreskrim, merintangi anggota anggota Polda Jatim dan Polres Jombang yang sedang melaksanakan tugas.

Mereka dianggap menghalangi penegakan hukum penangkapan MSAT untuk dilaksanakan P21 tahap 2 ke kejaksaan.

Polisi menetapkan lima simpatisan sebagai tersangka setelah mengantongi dua alat bukti yang memperkuat tindakan mereka melanggar pidana.

Kelima tersangka melanggar Pasal 19 UU Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual, yakni siapapun yang sengaja mencegah, merintangi atau menggagalkan secara langsung maupun tidak langsung penyidikan, penuntutan dan atau pemeriksaan di sidang pengadilan terhadap tersangka, terdakwa atau saksi dalam perkara Tindak Pidana Kekerasan Seksual dipidana maksimal lima tahun.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved