Berita Surabaya
Cegah Prostitusi Terselubung di Kawasan di Dolly Surabaya, Petugas Data Penghuni Kos
Antisipasi adanya prostitusi terselubung di Surabaya, Pemkot Surabaya melakukan pendataan terhadap para penghuni kos
Penulis: Bobby Constantine Koloway | Editor: Januar
Sekalipun, ia mengakui masih adanya potensi praktek prostitusi di kawasannya. Ia menyebut ada oknum yang ingin memanfaatkan waktu lengahnya petugas.
Oknum itu diduga menawarkan praktik prostitusi. Oleh karenanya, Camat Surabaya berkepala plontos lantas mengambil tindakan pengamanan dua titik.
Malam hingga subuh, petugas dibagi untuk PAM di Jalan Putat Jaya Lebar B serta pertigaan Jalan Kupang Timur. "Sekarang kekuatan Satpol PP kami bisa 24 jam, itu terbagi tiga shift," jelas Yunus.
Tak hanya kali ini saja, praktik prostitusi terselubung telah muncul beberapa tahun sejak lokalisasi ini ditutup 2014 lalu. Tepatnya, di sekitar tahun 2016-2017.
Aksi terselubung tersebut bahkan terendus aparat setempat. Sejumlah oknum itu tertangkap dan dijatuhi hukuman pidana.
"Sudah pernah ada 10 orang di situ di lokasi yang sama. Kurang lebih 10 orang yang pernah ditangkap sampai ke vonis hukuman. Tahun 2016, 2017," ungkap dia.
Pun dengan praktik prostitusi yang saat ini disebut kembali hidup di Dolly juga dilakukan terselubung. "Saya pastikan bahwa Dolly dibuka kembali tidak ada. Itu hanya sebatas rumor," katanya.
"Kami cek di lapangan ada yang mau coba-coba dengan praktik-praktik terselubung. Artinya, orang lewat diawe-awe (dipanggil) kemudian ditunjukan gambar (perempuan)," kata Yunus.
Eks lokalisasi Dolly sudah ditutup permanen. Secara resmi, kawasan yang dulu identik dengan pusat 'kongkow' pria hidung belang ditutup Pemkot Surabaya pada Rabu, 18 Juni 2014.
Kini, dolly telah menjelma menjadi kawasan perdagangan serta Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Stigma buruk lokalisasi yang dulu pernah tersemat di kawasan tersebut, telah berubah seiring dilakukan penutupan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya pada 2014 silam.
Meski resmi telah ditutup sewindu silam, Pemkot Surabaya tak melepas begitu saja. Selain pengawasan terhadap potensi tumbuhnya prostitusi, pembinaan umkm juga diberikan kepada warga setempat.
Harapannya, ekonomi masyarakat terus bisa tumbuh. Sehingga, tidak lagi tertarik untuk kembali masuk ke dunia prostitusi.
Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com