Berita Mojokerto
Keharuan Pembesuk Bertemu WBP Saat Kunjungan Tatap Muka Dibuka di Lapas Mojokerto, Rindu 2 Tahun
Suasana penuh haru terlihat dari keluarga pembesuk Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Lapas Klas II-B Mojokerto, Selasa (12/7/2022).
Penulis: Mohammad Romadoni | Editor: Januar
Laporan wartawan Tribun Jatim Network, M Romadoni
TRIBUNJATIM.COM, MOJOKERTO- Suasana penuh haru mengiringi keluarga pembesuk Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Lapas Klas II-B Mojokerto, Selasa (12/7/2022).
Mereka tampak menangis sembari berpelukan lantaran hampir selama tiga tahun tidak berjumpa anggota keluarganya yang menjalani hukuman di Lapas Mojokerto akibat pandemi Covid-19.
Sesuai kebijakan Lapas Klas IIB kini kembali membuka layanan kunjungan bagi keluarga WBP secara tatap muka.
Kepala Lapas Klas IIB Mojokerto, Dedy Cahyadi mengatakan menjelaskan pembesuk diharuskan mendaftar online sebelum mengunjungi WBP secara tatap di dalam Lapas. Pembesuk juga wajib melampirkan dan menunjukkan sudah vaksin Booster dosis ketiga.
"Bilamana pembesuk tidak memenuhi syarat belum vaksin dosis ketiga karena sakit kita juga menyediakan Rapid Antigen agar mereka bisa bertemu tatap muka dengan WBP yang mereka dijenguk," jelasnya di Lapas Mojokerto, Selasa (12/7/2022).
Baca juga: Terharunya Wanita Gresik saat Bertemu Anaknya di Rutan, Air Mata Tak Tertahan saat Lihat Alquran
Menurut dia, sebanyak 120 pembesuk memaafkan kebijakan kunjungan tatap muka terbatas yang dilaksanakan secara serentak ini. Pihak Lapas menerapkan pembesuk bergantian untuk menghindari kerumunan.
"Kita bagi setiap sesi berisi antara 20-30 pembesuk dan masing-masing WBP hanya bisa dijenguk satu kali dalam seminggu," ungkapnya.
Menurut dia, kunjungan di dalam Lapas Klas II-B ini dibuka setiap Selasa dan Kamis. Ia berharap kebijakan ini dapat dimanfaatkan secara baik oleh masyarakat.
"Kita berharap dengan dibukanya pelayanan kunjungan tatap muka keluarga dan warga Lapas ini bisa mengobati kerinduan lantaran hampir tiga tahun mereka tidak bertemu," ucap Dedy.
Seorang pembesuk AF mengaku sangat senang dengan kebijakan ini lantaran bisa bertemu secara tatap muka dengan anaknya yang menjadi WBP di Lapas Klas II-B Mojokerto.
"Pastinya senang sekali saya Nggak bisa bertemu dengan anak saya gara-gara Covid-19 hampir tiga tahun lho biasanya cuma video Call itupun sebentar," pungkasnya.
Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com