Berita Jember

Wabah PMK di Jember Meluas hingga ke 31 Kecamatan, Pemkab Disarankan Tangani Pakai Dana BTT

Kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) sudah merambah ke 31 kecamatan di Kabupaten Jember. Bahkan jumlah hewan yang terpapar telah mencapai 10.823 ekor.

Penulis: Sri Wahyunik | Editor: Ndaru Wijayanto
Istimewa/TribunJatim.com
ILUSTRASI - Petugas kesehatan hewan memeriksa seekor sapi di Kecamatan Ngantru, Tulungagung, Jumat (10/6/2022). Sementara itu di Jember wabah PMK meluas hingga ke 31 kecamatan 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Sri Wahyunik

TRIBUNJATIM.COM, JEMBER- Kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) sudah merambah ke 31 kecamatan di Kabupaten Jember. Bahkan jumlah hewan yang terpapar telah mencapai 10.823 ekor.

Melihat terus bertambahnya hewan yang terkena PMK, Komisi B DPRD Jember meminta Pemkab Jember segera mengalokasikan anggaran dana Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk penanganan PMK ini.

Anggota Komisi B DPRD Jember Nyoman Aribowo meminta Pemkab Jember segera membuat rincian anggaran BTT tersebut. Nantinya anggaran dana BTT tersebut dipakai untuk penanganan PMK di seluruh kecamatan.

"Pemkab harus segera membuat rincian anggaran belanja tidak terduga tersebut, supaya penanganan PMK ini segera bisa dilakukan. Karena meski yang terdata 10 ribuan, bisa jadi angkanya lebih dari itu," ujar Nyoman, Selasa (12/7/2022).

"Mirip dengan kasus Covid-19 kemarin, yang terdata karena terlaporkan atau diperiksa. Bisa saja yang tidak diperiksa, tidak terdata," imbuhnya.

Apalagi jumlah hewan yang terpapar tersebar di seluruh kecamatan di Jember yang berjumlah 31 kecamatan. Artinya, lanjut Nyoman, paparan semakin luas.

Baca juga: Komisi B DPRD Tulungagung Setuju Penambahan Dana Penanganan PMK: Pengadaan Obat-obatan dan Vitamin

Jika anggaran BTT segera dirinci, Nyoman berharap anggaran itu segera bisa dicairkan.

Sebelumnya, Bupati Jember Hendy Siswanto telah mengatakan kalau penangananan PMK bakal memakai anggaran BTT. Namun sampai saat ini, belum ada perincian alokasi pemakaian anggaran itu untuk PMK.

Di sisi lain, Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) terus berupaya menangani PMK yang merambah di semua kecamatan di Jember.

DKPP terkendala pada jumlah tenaga kesehatan hewan yang terbatas. Karenanya, penanganan yang dilakukan oleh DKPP saat ini berkejaran dengan terus bertambahnya kasus paparan PMK di Jember.

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved