Berita Blitar

Pencuri Kayu di Blitar Kocar-kacir dengar Suara Motor, Dikira Polhut Ternyata Orang Berlatih Trail

Secerdik apapun mereka beraksi selama ini, akhirnya komplotan pencuri kayu harus gigit jari. susah-susah menebang kayu jati sebanyak 72 batang dan han

Penulis: Imam Taufiq | Editor: Ndaru Wijayanto
TRIBUNJATIM.COM/IMAM TAUFIQ
Petugas polhut bersusah payah mengeluarkan kayu dari hutan yang berada di tebing. Sebelumnya pencuri kayu kabur usai mendengar suara motor. Dikira polisi hutan ternyata orang berlatih trail 

TRIBUNJATIM.COM, BLITAR - Secerdik apapun mereka beraksi selama ini, akhirnya komplotan pencuri kayu hutan ini terpaksa harus gigit jari.

Sebab, sudah susah-susah menebang kayu jati sebanyak 72 batang dan hanya tinggal membawanya kabur namun akhirnya gagal semua.

Itu terjadi di hutan Jati, yang ada di petak 71 G Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Ringinrejo, BKPH Kesamben, Selasa (19/07/2022) sore.

Dari lokasi pencurian itu, petugas mengamankan kayu jati sebanyak 72 batang. Entah berapa pohon jati yang ditebang namun petugas baru menemukan delapan pohon di TKP, yang tinggal bongkahannya. 

"Iya (terjadi pencurian). Namun, yang penting, aksi itu bisa digagalkan dan barang-buktinya bisa ddia$ankan," ujar Agus Suryawan, Wakil Adm Perhutani Blitar.

Baca juga: Diduga Curi 36 Kayu Jati Milik Perhutani, Dua Orang Bertetangga Asal Tulungagung Ditangkap Polisi

Gagalnya aksi komplotan pencurian kayu hutan itu karena sepele. Bahkan, itu tak sebanding dengan apa yang sudah dilakukannya dengan risiko yang bertaruh nyawa.

Sebab, pohon yang ditebang itu bukan berada di lokasi yang mudah dijangkau (datar) namun di medan yang curam, dengan kemiringan yang membahayakan.

Memang, di lokasi itu, ada ratusan kayu jati yang sudah layak dipanen karena itu ditanam tahun 1980-an. Namun, itu tak mudah dijangkau karena khusus yang seluas 22,2 hektare (Ha), lahan hutannya berupa tebing dengan miring ke barat. 

Dengan kondisi medan sesulit itu namun kompotan pencuri ini nekat beraksi. Namun, tidak disangkanya, kemampuan mereka itu tak diimbangi dengan kejelian sehingga gagal.

Baca juga: Ada Mantri Hutan Dikira Angkut Kayu Ilegal, Perhutani Blitar Akui Ada Salah Paham dengan Warga

Gagalnya itu karena masalah sepele atau kecele dengan suara raungan sepeda motor Trail, yang mengarah ke tempatnya. Itu dikira rombongan polisi hutan (polhut) yang sedang patroli atau akan menyergapnya.

Namun, tak tahunya, itu adalah rombongan orang yang sedang berlatih ketangkasan untuk ngetrail. Sebab, medan di dalam hutan itu cukup menantang karena selain tanahnya padat atau tak lengket di ban, juga medannya naik turun sehingga cukup menantang.

"Mereka ketakutan dan langsung kabur saat mendengar suara Trail itu. Memang, kalau pencuri kayu pasti ketakutan dari pada berisiko karena lokasinya itu jauh dari perkampungan (atau sekitar 4 km) sehingga mengira siapa yang akan datang ke tengah hutan kalau bukan petugas yang sedang patroli," ujar warga.

Pelaku kabur dengan meninggalkan kayunya, yang sudah susah payah ditebaangnya. Apalagi, juga sudah dipotong-potong jadi ukuran 3 meter

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved